DENPASAR, INFODEWATA.COM – Seorang anak buah kapal (ABK) Kapal Bandar Nelayan 31 berinisial NA (41) ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan kawasan Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Senin (11/5) pagi. Korban yang berasal dari Jakarta itu sebelumnya diketahui sempat mengeluh sakit kepala dan mengalami muntah-muntah.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, berdasarkan keterangan saksi sekaligus Wakil Kapten Kapal, Mujianto (38), korban mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya sejak Minggu (10/5) sore.
Korban kemudian dibawa berobat ke sebuah klinik di Jalan Pulau Moyo, Denpasar. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter memberikan sejumlah obat untuk dikonsumsi korban.
Pada Senin sekitar pukul 08.30 Wita, Mujianto kembali melihat korban dalam kondisi muntah-muntah di atas kapal. Rekan korban berencana membawa NA ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, namun saat menunggu kendaraan datang, korban lebih dulu meninggal dunia.
“Namun sebelum mobil datang, korban sudah meninggal,” ujar Iptu Adi.
Keterangan lain disampaikan Agus Gede Wijaya (44). Ia mengaku menerima telepon dari Mujianto pada Minggu sekitar pukul 16.00 Wita yang memberitahukan korban sedang sakit. Agus sempat meminta agar korban segera dibawa ke rumah sakit, namun saat itu korban hanya dibawa ke klinik.
Keesokan paginya, Agus melihat korban berjalan sempoyongan seperti orang mabuk. Tidak lama kemudian korban rebah di pinggir jalan dekat lokasi kejadian dengan kondisi mulut mengeluarkan busa.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa. Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal dan menemukan korban sudah tergeletak di pinggir jalan tanpa tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
Petugas juga menemukan beberapa jenis obat yang masih utuh di dalam tas selempang kulit milik korban. Berdasarkan informasi awal, korban diduga memiliki riwayat penyakit vertigo.
Untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan medis lebih lanjut, jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Sanglah, Denpasar.
“Jasad korban lalu dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar,” tutupnya.

