Kriminal

Pria Diduga Mabuk Mengamuk di Denpasar Timur, Aniaya Warga hingga Sebabkan Pengendara Motor Jatuh

Jm, pria asal Papua yang diduga mabuk saat diamankan petugas di Pospol Renon usai mengamuk dan menganiaya warga di Denpasar Timur. (Foto: Istimewa)
Jm, pria asal Papua yang diduga mabuk saat diamankan petugas di Pospol Renon usai mengamuk dan menganiaya warga di Denpasar Timur. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, INFODEWATA.COM – Kericuhan terjadi di Jalan Drupadi, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur (Dentim), Jumat (15/5) malam. Seorang pria asal Papua berinisial Jm diduga dalam pengaruh alkohol mengamuk dan melakukan penganiayaan terhadap warga hingga memicu kecelakaan lalu lintas.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WITA. Berdasarkan keterangan saksi sekaligus korban bernama Rahma Rodiyan (37), saat itu dirinya tengah memperbaiki kabel di lokasi kejadian. Tiba-tiba pelaku datang sambil membawa dua ekor anjing yang dicekik pada bagian leher.

Pemprov Bali Targetkan Pungutan Wisatawan Asing Tembus Rp500 Miliar pada 2026

Pelaku kemudian mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi, termasuk mengambil tangga yang digunakan korban untuk bekerja. Saat ditegur agar tidak membawa tangga tersebut, pelaku justru diduga langsung memukul bagian hidung korban.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Sabtu (16/5), menjelaskan setelah melakukan pemukulan, pelaku sempat berusaha melarikan diri ke tengah jalan.

“Saat korban hendak memegangnya, pelaku lari ke tengah jalan dan tertabrak sepeda motor. Akibatnya pengendara motor jatuh,” ujarnya.

Akibat situasi yang semakin ricuh, pengendara motor yang terlibat insiden tersebut memilih melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Keributan itu kemudian menarik perhatian warga sekitar yang langsung berupaya mengamankan pelaku.

Warga selanjutnya menghubungi petugas Linmas Desa Sumerta Kelod sebelum akhirnya pria tersebut diserahkan ke petugas Pospol Renon untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut keterangan polisi, saat diamankan kondisi pelaku diduga dalam keadaan mabuk berat sehingga sulit diajak berkomunikasi. Selain itu, pelaku hanya mengenakan celana dalam dan tidak membawa identitas diri.

“Saat itu pelaku dalam keadaan mabuk sehingga sulit diajak komunikasi dan hanya mengenakan celana dalam. Pelaku tidak membawa kartu identitas saat dilakukan pemeriksaan,” kata Iptu Adi.

Petani Hilang di Tegallalang Ditemukan Selamat di Pinggir Sungai Petanu

Share