Peristiwa

Anggota Polsek Negara Meninggal di Puskesmas, Sempat Keluhkan Sakit Kepala Hebat dan Kejang

Petugas melakukan pemeriksaan di kamar kos anggota Polsek Negara yang meninggal dunia diduga akibat serangan jantung di Banjar Tunjung, Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. (Foto: Istimewa)
Petugas melakukan pemeriksaan di kamar kos anggota Polsek Negara yang meninggal dunia diduga akibat serangan jantung di Banjar Tunjung, Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. (Foto: Istimewa)

JEMBRANA, INFODEWATA.COM – Seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Negara dilaporkan meninggal dunia setelah sempat mengalami sakit kepala hebat dan kejang di kamar kosnya di Banjar Tunjung, Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu (10/5/2026) malam. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung yang dipicu kondisi hipertensi.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan korban sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan di dokter praktik sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas I Mendoyo.

Villa Mewah di Jimbaran Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp500 Juta

“Benar, ada anggota Polsek Negara meninggal dunia di puskesmas. Sebelumnya sempat berobat di dokter klinik, tensi korban tercatat tinggi dan diduga mengalami hipertensi,” ujar Kompol Sartika saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pada pagi harinya masih sempat menjalankan tugas dinas siang di Polsek Negara. Namun di tengah aktivitas, korban mengeluhkan sakit kepala dan meminta izin kepada petugas piket Provos untuk pulang lebih awal guna beristirahat.

Setelah mendapat izin, korban kembali ke kamar kosnya di wilayah Banjar Tunjung. Karena kondisi tidak kunjung membaik, korban kemudian memutuskan berobat ke seorang dokter praktik di Kelurahan Tegalcangkring.

Sepulang dari tempat berobat, korban langsung mengonsumsi obat yang diberikan dokter lalu beristirahat di dalam kamar kos. Tidak lama berselang, korban kembali mengeluhkan sakit kepala hebat kepada rekannya sebelum akhirnya mengalami kejang.

Melihat kondisi tersebut, rekan korban segera meminta bantuan saksi lain untuk membawa korban ke Puskesmas I Mendoyo menggunakan mobil.

Korban tiba di fasilitas kesehatan tersebut sekitar pukul 21.20 Wita. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Setelah dilakukan penanganan medis oleh dokter, korban dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 21.20 Wita,” jelas Kompol Sartika.

Dari hasil pemeriksaan awal, tim medis menduga korban meninggal akibat serangan jantung. Dugaan tersebut diperkuat dengan riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dialami korban sebelum tidak sadarkan diri.

ABK Kapal Nelayan Ditemukan Meninggal di Pelabuhan Benoa, Sempat Keluhkan Sakit Kepala dan Muntah

Pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan tidak terdapat unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut,” tandasnya.

Share