Peristiwa

King Cobra 3 Meter Gegerkan Warga Selemadeg Timur Saat Memangsa Piton

Petugas mengevakuasi ular berbisa jenis king cobra sepanjang sekitar tiga meter di area tegalan dekat permukiman warga di Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Sabtu (9/5/2026) malam. (Foto: Istimewa)
Petugas mengevakuasi ular berbisa jenis king cobra sepanjang sekitar tiga meter di area tegalan dekat permukiman warga di Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Sabtu (9/5/2026) malam. (Foto: Istimewa)

TABANAN, INFODEWATA.COM – Warga Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, digegerkan dengan kemunculan seekor ular berbisa jenis king cobra sepanjang sekitar tiga meter di area tegalan dekat permukiman warga, Sabtu (9/5/2026) malam.

Ular berukuran besar tersebut ditemukan sedang memangsa seekor ular piton di bawah tumpukan kayu kelapa dekat jembatan, sehingga membuat warga khawatir karena lokasinya berada tidak jauh dari rumah penduduk.

Diduga Bakar Bengkel di Gianyar, Basir Diciduk Tim Opsnal Polsek Payangan

Mengetahui keberadaan predator berbisa itu, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada tim Reptil Asih Tabanan untuk dilakukan evakuasi.

Ketua Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan proses penanganan berlangsung cukup menegangkan lantaran bagian kepala ular bersembunyi di sela-sela tumpukan kayu.

Petugas harus berhati-hati saat melakukan pencarian posisi kepala ular sebelum akhirnya berhasil mengamankan king cobra menggunakan tongkat khusus.

“Kurang lebih satu menit pencarian kepala ular di antara kayu. Setelah berhasil diamankan, ular kemudian ditarik ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Menurut Astridayanti, ular king cobra yang berhasil dievakuasi berjenis kelamin jantan dengan ukuran tergolong besar dan memiliki karakter agresif.

Kemunculan ular tersebut diduga karena sedang aktif berburu mangsa di sekitar kawasan tegalan dan aliran sungai yang berada dekat lokasi penemuan.

Setelah berhasil diamankan, king cobra kemudian direlokasi ke habitat yang jauh dari permukiman warga guna menghindari potensi gangguan dan membahayakan masyarakat sekitar.

Astridayanti juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular berbisa secara mandiri karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Pendaki Lansia Hilang di Gunung Batukaru Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang

“Jika menemukan ular berbisa, segera hubungi petugas atau relawan yang memiliki kemampuan penanganan reptil. Jangan mencoba menangani sendiri karena sangat berbahaya,” tegasnya.

Share