KLUNGKUNG, INFODEWATA.COM – Seorang warga negara asing (WNA) asal Slovenia ditemukan meninggal dunia di kamar sebuah homestay di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Senin (16/3/2026). Saat ditemukan, kondisi jenazah korban telah membengkak dan diduga sudah meninggal beberapa hari sebelumnya.
Korban diketahui bernama Rok Horzen (40), warga Brezice, Slovenia, yang sementara tinggal di Harta Rumah Homestay di wilayah Desa Lembongan.
Kasi Humas Polres Klungkung, IPTU I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.30 WITA. Awalnya, seorang saksi bernama Ni Ketut Murniati sedang mengambil sodaan atau sesajen di lantai dua bangunan yang menyatu dengan homestay tempat korban menginap.
Saat berada di lantai tersebut, saksi melihat banyak lalat berkerumun di sekitar kamar nomor 1 serta mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam kamar tersebut.
“Ketika berada di lantai dua, saksi melihat banyak lalat di kamar nomor 1 dan mencium bau tidak sedap dari dalam kamar,” ujar Alit Purnawibawa, Senin malam.
Merasa curiga dengan kondisi tersebut, saksi kemudian melaporkannya kepada pemilik homestay, I Ketut Saputra. Setelah dilakukan pengecekan ke kamar yang masih ditempati korban, mereka menemukan Rok Horzen dalam keadaan tergeletak dan sudah tidak bernyawa.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsubsektor Lembongan. Petugas kepolisian bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung serta tenaga medis dari Nusa Medical segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Dari hasil pengecekan di tempat kejadian perkara, kondisi jenazah korban telah mengalami pembengkakan. Berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi, korban juga diketahui sudah cukup lama tidak terlihat keluar dari kamar. Terakhir kali korban diketahui terlihat meninggalkan kamar pada 8 Maret 2026.
“Penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan karena kondisi jenazah sudah membengkak saat ditemukan,” jelas Alit.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke wilayah Nusa Penida untuk dititipkan di RS Gema Santhi sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.

