Peristiwa

Antrean Kendaraan Menuju Gilimanuk Mengular hingga 25 Kilometer, Sopir Kelelahan Jadi Salah Satu Penyebab

Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terlihat memanjang di jalur Denpasar–Gilimanuk wilayah Kecamatan Melaya, Jembrana, akibat peningkatan arus kendaraan dan sejumlah sopir yang beristirahat di jalur antrean. (Foto: Istimewa)

JEMBRANA, INFODEWATA.COM – Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk sempat mengalami kemacetan panjang hingga mencapai sekitar 25 kilometer di wilayah Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (14/3) pagi. Kepadatan kendaraan dipicu berbagai faktor, termasuk sejumlah pengendara yang kelelahan hingga tertidur saat menunggu antrean.

Petugas kepolisian bersama instansi terkait terlihat berkeliling di sepanjang jalur antrean untuk membangunkan pengemudi yang tertidur agar dapat kembali melanjutkan perjalanan.

Pindah Jalur di Bypass Mantra Berujung Maut, Pedagang Asal Kusamba Tewas di Tempat

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan, khususnya roda dua dan truk, mulai terjadi sejak Jumat (13/3) malam. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan memanjang di jalur utama Denpasar–Gilimanuk menuju pelabuhan penyeberangan.

Meski demikian, hingga sekitar pukul 09.00 WITA, arus kendaraan mulai kembali bergerak lebih lancar. Antrean kendaraan roda empat dan truk saat itu terpantau berada hingga kawasan Hutan Cekik, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Untuk mengurai kepadatan, pihak pelabuhan mengoperasikan sebanyak 32 kapal penyeberangan. Selain itu, diterapkan pula pola cepat Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dengan melibatkan empat kapal guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan untuk membatasi pergerakan truk menuju Gilimanuk. Kami mengimbau masyarakat agar mengikuti arahan petugas dan tidak mengambil jalur berlawanan,” ujar Kapolres.

Ia juga mengingatkan para pengemudi agar memanfaatkan tempat istirahat yang telah disediakan apabila merasa lelah, sehingga tidak berhenti atau tertidur di tengah jalur antrean yang dapat menghambat arus kendaraan.

Selain faktor kelelahan pengemudi, kemacetan juga sempat diperparah oleh kendaraan yang mengalami kerusakan di jalur antrean. Salah satunya truk trailer yang mengalami kendala teknis sebelum memasuki kawasan Hutan Cekik pada malam sebelumnya.

“Kendaraan tersebut sempat menyebabkan antrean karena mengalami gangguan. Namun sudah dilakukan penanganan berupa perbaikan dan penarikan kendaraan,” jelasnya.

Polres Jembrana saat ini terus melakukan koordinasi lintas wilayah untuk mengatur arus kendaraan, termasuk pembatasan truk besar khususnya yang memiliki tiga sumbu, guna mencegah antrean panjang kembali terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Dapur Warga di Kintamani Hangus Terbakar Saat Pemilik Istirahat, Kerugian Capai Rp40 Juta

Share