DENPASAR, INFODEWATA.COM – Seorang remaja perempuan berinisial KA (13) diduga nekat melompat dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan, Jalan Tukad Penataran, Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Minggu (19/4) sekitar pukul 17.00 WITA. Peristiwa ini menggegerkan warga sekitar dan kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban diketahui berada di lantai tiga pasar bersama lima orang temannya. Mereka berkumpul untuk merayakan ulang tahun sambil membuat konten video.
Namun, saat proses perekaman berlangsung, korban tiba-tiba berlari ke arah sisi timur bangunan dan langsung melompat dari ketinggian tanpa diketahui penyebab pastinya.
“Korban tiba-tiba berlari dan melompat dari lantai tiga sisi timur pasar,” ujar Iptu Azel, Selasa (21/4).
Insiden tersebut sontak mengundang perhatian warga. Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi langsung berkerumun setelah melihat korban tergeletak di area bawah pasar. Salah satu saksi, Ketut Prasi (46), mengaku melihat kerumunan warga di sisi timur pasar dan mendapat informasi bahwa seorang remaja baru saja terjatuh dari lantai tiga.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bali Mandara, Denpasar Selatan, untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat kejadian itu, korban mengalami patah pada kedua kaki serta tangan kanan, dan sempat tidak sadarkan diri. Saat ini korban telah menjalani operasi dan masih dalam tahap pemulihan.
Pihak keluarga menyebut sebelum kejadian, korban sempat berkumpul bersama teman-temannya di rumah sekitar pukul 13.00 WITA, sebelum akhirnya pergi ke pasar menjelang sore hari untuk membuat video.
Sementara itu, saksi lain, Ahmad Sata (65), yang berjualan di sekitar lokasi, mengaku mendengar suara benturan keras sebelum melihat korban dalam posisi bertekuk lutut dengan kepala menghadap ke lantai.
“Saya dengar suara keras, saat dilihat korban sudah dalam posisi seperti bersujud dan tidak sadarkan diri,” ungkapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif kejadian dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban. Polisi juga berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Bali untuk menelusuri isi telepon genggam korban guna mengungkap latar belakang peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan analisis terhadap ponsel korban dan rekan-rekannya. Hasilnya akan membantu mengungkap motif kejadian,” pungkas Iptu Azel.

