Peristiwa

Dua Hari Tak Ada Kabar, Buruh Asal Buleleng Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Gianyar

Petugas mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan meninggal di kamar kos di Banjar Tangkeban, Desa Batubulan Kangin, Gianyar, Senin (20/4). (Foto: Istimewa)
Petugas mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan meninggal di kamar kos di Banjar Tangkeban, Desa Batubulan Kangin, Gianyar, Senin (20/4). (Foto: Istimewa)

GIANYAR, INFODEWATA.COM – Warga Banjar Tangkeban, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria di dalam kamar kos pada Senin (20/4) pagi. Korban diketahui bernama I Gede Rumawan (35), buruh harian lepas asal Desa Pedawa, Kabupaten Buleleng.

Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 05.30 WITA, berawal dari kecurigaan adik korban, I Made Ariantika, yang tidak dapat menghubungi kakaknya selama dua hari terakhir. Ia kemudian mendatangi kamar kos korban bersama penghuni lainnya.

Dipicu Tarif Pijat, Pria NTT Keadaan Mabuk Aniaya Karyawan Spa di Denpasar

Setibanya di lokasi, saksi mencium aroma tidak sedap yang menyengat dari dalam kamar korban. Karena pintu dalam keadaan terkunci dari dalam, saksi bersama warga terpaksa membuka pintu secara paksa.

Setelah pintu terbuka, korban ditemukan dalam posisi tengadah di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang telah membiru dan mengeluarkan bau tidak sedap, diduga akibat proses pembusukan.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Sukawati yang dipimpin Kapolsek Kompol I Nyoman Wiranata langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal oleh dr. Lidya Nopiyanti dari Puskesmas Sukawati II, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian diperkirakan telah terjadi lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit liver dan sempat menjalani perawatan medis sebelumnya. Keluarga pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Buleleng menggunakan mobil jenazah untuk proses pemakaman.

Share