TABANAN, INFODEWATA.COM – Jembatan penghubung antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, terancam putus akibat longsor yang terjadi di sisi tebing penyangga, Rabu (15/4). Kondisi ini diperparah oleh lalu lintas kendaraan bertonase besar yang melintas di atas jembatan tersebut.
Camat Marga, I Gede Nengah Sudiarta, mengungkapkan longsor pertama kali diketahui dari laporan warga pada siang hari. “Setiap ada kendaraan besar lewat, tebing di sisi jembatan kembali longsor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, struktur jembatan dinilai cukup rawan karena dibangun di atas terowongan tanpa fondasi yang kuat serta tidak dilengkapi pembatas pengaman. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 200 meter dengan ketinggian mencapai 15 meter, tepat di atas aliran Sungai Yeh Gangga.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan potensi putusnya jembatan jika tidak segera dilakukan penanganan. “Kalau tidak segera ditangani, sangat berpotensi putus,” tegas Sudiarta.
Sebagai langkah awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan telah melakukan pemotongan pohon di sekitar lokasi, khususnya di sisi timur jembatan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban pada tebing yang sudah labil serta mencegah longsor semakin meluas.
Di bawah jembatan diketahui terdapat Pura Anyar dan Pura Agung, sehingga potensi dampak kerusakan tidak hanya mengancam infrastruktur, tetapi juga kawasan suci di sekitarnya.
Pihak kecamatan telah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Provinsi Bali mengingat status jalan berada di bawah kewenangan provinsi. Jalur tersebut diketahui menjadi akses penting penghubung wilayah Badung dan Kota Tabanan.
Sementara itu, anggota DPRD Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi, menyampaikan bahwa laporan telah diteruskan kepada Gubernur Bali dan Bupati Tabanan. Bahkan, tim dari Bina Marga Provinsi Bali disebut telah melakukan peninjauan ke lokasi dua pekan sebelumnya.
Ia memastikan penanganan akan segera dilakukan, baik dalam jangka pendek maupun permanen. Namun hingga kini, belum ada keputusan terkait kemungkinan penutupan akses jembatan.
Pemerintah masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Bali terkait langkah lanjutan, dengan menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi tersebut.

