DENPASAR, INFODEWATA.COM – Seorang pria asal Jawa Barat berinisial SR (24) ditangkap Tim Opsnal Polsek Denpasar Barat setelah terbukti melakukan pencurian tiga unit sepeda motor di sejumlah lokasi di Bali dengan modus menyamar sebagai karyawan.
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, menjelaskan bahwa kasus terakhir terjadi di sebuah toko laptop di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Laporan diajukan oleh karyawan toko, Eriza Valama Azhara (24), setelah salah satu motor milik toko dengan nomor polisi DK 6196 AFA hilang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (23/3) sekitar pukul 22.00 WITA saat korban hendak memasukkan tiga sepeda motor ke dalam toko. Namun, salah satu kendaraan diketahui sudah tidak berada di lokasi parkir.
Setelah melakukan pengecekan rekaman CCTV, terlihat pelaku mengambil kunci kontak dan mencoba menghidupkan ketiga motor. Salah satu kunci ternyata cocok dengan motor DK 6196 AFA, yang kemudian dibawa kabur oleh pelaku.
Korban sempat mencari pelaku ke mess karyawan di lantai dua, namun yang bersangkutan sudah tidak berada di tempat. Upaya menghubungi pelaku juga gagal karena nomor teleponnya tidak aktif. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Denpasar Barat.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Opsnal Reskrim yang dipimpin Ipda Made Wicaksana langsung melakukan penyelidikan. Pelaku sempat terdeteksi melarikan diri ke wilayah Gianyar sebelum akhirnya terlacak berada di kawasan Sanur, Denpasar Selatan.
Petugas kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi, SR mengakui telah melakukan pencurian tiga sepeda motor di lokasi berbeda, yakni di wilayah Uluwatu, Kuta Selatan pada Oktober 2025, di Kerobokan, Kuta Utara pada Desember 2025, serta di Jalan Teuku Umar, Denpasar.
“Pelaku beraksi seorang diri dan hasil pencurian rencananya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kompol Prabawati.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Denpasar Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya aksi serupa di lokasi lainnya.

