KLUNGKUNG, INFODEWATA.COM – Polsek Nusa Penida menindaklanjuti beredarnya video viral yang memperlihatkan aktivitas memasak dan mengonsumsi daging anjing di wilayah Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebenaran peristiwa sekaligus menjaga situasi keamanan dan citra pariwisata daerah.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.00 WITA di sebuah gubuk kosong di tepi pantai yang tidak jauh dari permukiman warga. Video yang beredar luas di media sosial sempat memicu keresahan dan berbagai reaksi dari masyarakat.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kepolisian melakukan pengumpulan bahan keterangan pada Rabu (1/4/2026). Dari hasil penyelidikan, diketahui aktivitas tersebut dilakukan oleh dua pria berinisial AE dan DK yang merupakan pendatang dan tinggal sementara di wilayah Desa Ped.
“Kami langsung menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial dengan melakukan penyelidikan secara cepat dan terukur,” ujar Kompol I Ketut Kesuma Jaya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku memasak hewan yang merupakan milik mereka sendiri dan dalam kondisi sudah mati. Meski demikian, tindakan tersebut dinilai menimbulkan kegaduhan di masyarakat, terutama setelah videonya tersebar luas di media sosial.
Polisi menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara persuasif dengan mengedepankan pembinaan. Kedua pelaku telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan konten tanpa memahami konteks yang sebenarnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak bermedia sosial dan mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan,” tegas Kapolsek.
Dengan langkah penanganan tersebut, situasi di wilayah Nusa Penida dipastikan tetap kondusif dan tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap stabilitas keamanan maupun sektor pariwisata.

