Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Karya IBTK di Besakih: Momentum Perputaran Ekonomi Bali, 500 UMKM Lokal Difasilitasi

Karya IBTK di Besakih: Momentum Perputaran Ekonomi Bali, 500 UMKM Lokal Difasilitasi

Suasana UMKM di area Pura Besakih saat Karya IBTK 2025, dengan kios-kios menjajakan produk lokal Bali

KARANGASEM, INFO DEWATA – Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih tidak hanya menjadi peristiwa sakral bagi umat Hindu di Bali, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap perekonomian lokal.

Gubernur Bali Wayan Koster melalui Surat Edaran (SE) Nomor 08 Tahun 2025 menetapkan kebijakan yang memihak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memberikan fasilitas gratis bagi lebih dari 500 pedagang lokal.

Persiapan Infrastruktur PLN Bali untuk Arus Balik Idul Fitri 2025: Meningkatkan Layanan Kendaraan Listrik

Kebijakan ini memungkinkan pelaku usaha lokal berjualan tanpa biaya sewa, dengan hanya dikenakan tarif operasional untuk listrik dan air. Pemerintah telah menyiapkan 248 kios dan 162 los di area Bencingah, serta 25 kios dan 36 los di area Manik Mas sebagai tempat usaha bagi para pelaku UMKM.

Produk yang dijual wajib berasal dari Bali, dengan prioritas bagi hasil bumi dan produk kerajinan dari Karangasem. Komoditas yang tersedia meliputi sarana persembahyangan, kain endek dan songket, kerajinan tangan, cinderamata bertema Besakih, serta makanan dan minuman khas Bali. Selain itu, sayur-mayur dan buah-buahan lokal turut mendominasi pasar selama rangkaian acara.

“Momentum IBTK ini bukan hanya ajang spiritual, tetapi juga kesempatan ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal. Ratusan ribu pemedek akan datang, ini berarti peluang bagi UMKM Bali untuk meraih keuntungan,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Dengan diperkirakan ratusan ribu pengunjung hadir selama pelaksanaan IBTK, transaksi ekonomi di kawasan Besakih diproyeksikan meningkat drastis. UMKM lokal mendapatkan panggung utama untuk mempromosikan dan menjual produknya, sehingga perputaran ekonomi daerah semakin kuat.

Tidak hanya pedagang di lokasi acara, industri pendukung lainnya seperti transportasi, akomodasi, serta jasa boga juga akan merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Kehadiran wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin menyaksikan prosesi ini juga diprediksi akan mendukung sektor pariwisata Bali secara keseluruhan.

“Ini adalah strategi ekonomi berbasis kemandirian. UMKM yang bergerak dalam lingkup tradisi dan budaya mendapatkan tempat utama dalam event sebesar ini,” tambah Koster.

Meski memberikan peluang besar bagi pelaku usaha, pemerintah tetap menerapkan aturan ketat demi menjaga kelestarian lingkungan dan estetika kawasan suci. Pedagang dilarang keras menggunakan plastik sekali pakai, seperti tas kresek, styrofoam, dan botol plastik. Mereka juga diwajibkan untuk mengelola sampah secara mandiri, termasuk memilah sampah organik dan anorganik.

Selain itu, pelaku usaha dilarang berjualan di tepi jalan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung. “Kami ingin memastikan bahwa kegiatan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan nilai kesucian Besakih,” tegas Koster.

Wakil Gubernur Giri Prasta Bersama Bupati Tabanan Hadiri Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Desa Wanasari Tabanan

Pelaksanaan IBTK di Pura Agung Besakih membuktikan bahwa kegiatan keagamaan dan budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan kebijakan yang mendukung produk lokal, Bali semakin menunjukkan kemandiriannya dalam membangun ekonomi berbasis UMKM dan budaya.

Koster berharap model ini bisa diterapkan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya lainnya di Bali, sehingga ekonomi berbasis tradisi terus berkembang dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (*)

Bagikan