Peristiwa

Hujan Deras Picu 11 Titik Bencana di Jembrana, Puluhan Rumah Warga Terdampak

Kondisi banjir merendam kawasan permukiman dan pertokoan warga di Jembrana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. (Foto: Istimewa)
Kondisi banjir merendam kawasan permukiman dan pertokoan warga di Jembrana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. (Foto: Istimewa)

JEMBRANA, INFODEWATA.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jembrana pada Minggu (5/4) sore memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Dalam waktu sekitar tiga jam, sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WITA, terjadi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang tersebar di beberapa titik, khususnya di Kecamatan Mendoyo.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, tercatat sedikitnya 11 titik bencana yang tersebar di enam desa dan kelurahan di Kecamatan Mendoyo. Rinciannya meliputi tujuh titik banjir, tiga titik tanah longsor, dan satu titik pohon tumbang. Selain itu, satu titik banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana.

Avanza Berisi Turis Jerman dan Rusia Tabrak Truk di Seririt, Satu Penumpang Terluka

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana, saat dikonfirmasi Senin (6/4), menyebutkan bahwa wilayah Kecamatan Mendoyo menjadi kawasan yang paling terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut. “Hujan lebat menyebabkan debit air meningkat hingga meluap ke permukiman warga,” ujarnya.

Dari hasil asesmen sementara, banjir merendam sejumlah wilayah di antaranya Desa Mendoyo Dauh Tukad, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kelurahan Tegal Cangkring, Desa Pohsanten, dan Desa Yehembang. Dampak paling signifikan terjadi di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad, di mana puluhan rumah warga terdampak akibat luapan sungai dan saluran drainase.

Di wilayah lain, banjir juga tercatat merendam sejumlah rumah warga di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, serta Lingkungan Baler Bale Agung di Kelurahan Tegal Cangkring yang berdampak pada lima kepala keluarga. Sementara itu, satu kepala keluarga terdampak di Banjar Dangin Pangkung Jangu, Desa Pohsanten.

Di Desa Yehembang, banjir terjadi di dua titik, yakni di Banjar Baler Bale Agung yang berdampak pada enam kepala keluarga, serta di Banjar Pasar yang berdampak pada satu kepala keluarga. Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah utara SMPN 5 Negara, Desa Air Kuning, yang berdampak pada lima kepala keluarga.

Selain banjir, BPBD juga mencatat tiga titik tanah longsor di Banjar Dangin Pangkung Jangu, Desa Pohsanten. Longsor tersebut tidak hanya menutup akses jalan desa, tetapi juga merusak satu rumah warga serta bagian dapur rumah lainnya. Sementara itu, satu kejadian pohon tumbang terjadi di jalan desa wilayah Desa Delod Berawah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian ini menyebabkan kerugian material bagi warga terdampak. Seluruh genangan air dilaporkan telah surut setelah hujan reda.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Jembrana telah melakukan asesmen cepat di lokasi terdampak, sekaligus menyalurkan bantuan darurat seperti matras dan kompor kepada warga yang membutuhkan. Pendataan lanjutan masih terus dilakukan guna memastikan seluruh dampak bencana dapat tertangani.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Dua WN Rusia Terjebak Air Pasang di Pantai Padang-Padang, Dievakuasi Selamat Dini Hari

Share