KLUNGKUNG, INFODEWATA.COM – Seorang buruh proyek asal Jember, Jawa Timur, Mohammad Rosiful Akli (22) dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami penurunan kesadaran akibat diduga mencoba mengakhiri hidup dengan menenggak oli bekas, Senin (30/3/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WITA di sebuah proyek pembangunan rumah yang berlokasi di Jalan Sedap Malam Barat, Gang III, Kabupaten Klungkung. Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai buruh di lokasi tersebut.
Kapolsek Klungkung, I Wayan Sujana, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat bekerja seperti biasa sejak pagi hari. Namun saat waktu istirahat, korban diketahui mengonsumsi sisa minuman beralkohol yang ditemukan di lokasi proyek.
“Setelah itu korban menerima telepon yang diduga dari kekasihnya. Usai percakapan tersebut, perilakunya berubah dan terlihat linglung,” ujarnya.
Dalam kondisi tidak stabil, korban kemudian meminum oli bekas yang disimpan dalam botol air mineral. Tak lama setelah itu, korban sempat berlari di jalan dan bertingkah tidak terkendali sebelum akhirnya mengalami penurunan kesadaran.
Melihat kondisi tersebut, rekan kerja korban segera meminta bantuan warga setempat. Aparat bersama kelian banjar kemudian datang ke lokasi dan menghubungi ambulans untuk proses evakuasi.
Sekitar pukul 13.15 WITA, korban dibawa ke RSUD Klungkung guna mendapatkan penanganan medis.
Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiasa, mengatakan bahwa korban sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
“Pasien sempat muntah dan mengeluarkan buih serta cairan oli,” jelasnya.
Meski demikian, pada hari yang sama korban memutuskan untuk pulang paksa dari rumah sakit.
Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, mengamankan barang bukti, hingga meminta keterangan dari saksi-saksi.
Berdasarkan hasil keterangan sementara, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat masalah pribadi dengan kekasihnya, yang memicu tindakan nekat tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa.

