Kriminal

BNN dan Polda Bali Bongkar Laboratorium Narkoba di Vila Gianyar, WN Rusia Diamankan

Petugas memeriksa sejumlah barang bukti bahan kimia dan peralatan laboratorium yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis saat penggerebekan vila di Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar. (Foto: Istimewa)
Petugas memeriksa sejumlah barang bukti bahan kimia dan peralatan laboratorium yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis saat penggerebekan vila di Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar. (Foto: Istimewa)

GIANYAR, INFODEWATA.COM – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bersama Polda Bali mengungkap keberadaan laboratorium rahasia pembuatan narkotika sintetis di sebuah vila di wilayah Kabupaten Gianyar. Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan seorang perempuan warga negara Rusia yang diduga terlibat dalam aktivitas produksi narkoba.

Penggerebekan dilakukan di sebuah vila yang berlokasi di Jalan Padat Karya, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, pada Jumat (6/3) sekitar pukul 01.00 WITA. Operasi tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI Kombes Pol Lilik Tribhawono.

Dua Pemuda Asal Cirebon Ditangkap, Diduga Edarkan Ratusan Lembar Uang Palsu di Nusa Penida

Perempuan yang diamankan diketahui berinisial Na (30). Saat penangkapan berlangsung, terduga pelaku berada di dalam vila dan tidak melakukan perlawanan kepada petugas.

“Ya, Na diamankan tanpa perlawanan,” ujar salah satu sumber petugas di lapangan, Jumat (6/3).

Dari hasil penggeledahan di lokasi, petugas menemukan berbagai bahan kimia serta peralatan laboratorium yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis. Aparat juga menemukan sejumlah jerigen berisi cairan kimia di kamar yang ditempati oleh terduga pelaku.

Berdasarkan pemeriksaan awal tim Laboratorium Forensik BNN, cairan tersebut diduga merupakan senyawa cannabinoid sintetis yang berkaitan dengan produksi narkotika jenis mephedrone.

Selain itu, tim juga menemukan berbagai bahan kimia lain seperti methanol, ethyl acetate, methylamine, hydrobromic acid, hingga citric acid. Di lokasi yang sama turut diamankan sejumlah peralatan laboratorium seperti erlenmeyer, timbangan digital, syringe, filter, masker respirator, serta alat pengering.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa vila tersebut digunakan sebagai clandestine laboratory atau laboratorium rahasia untuk memproduksi narkotika sintetis.

Proses penggerebekan berlangsung dengan pengamanan ketat dan turut melibatkan aparat desa setempat. Kepala Lingkungan Banjar Banda, I Kadek Dodet, ikut mendampingi petugas selama proses pengamanan lokasi.

Beberapa jam setelah penggerebekan, aparat kepolisian dari Polres Gianyar juga mendatangi tempat kejadian perkara. Kapolres Gianyar AKBP Candra C. Kusuma meninjau langsung lokasi sekitar pukul 06.00 WITA bersama Kapolsek Blahbatuh, Kepala Satuan Intelkam, serta Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Gianyar.

Angin Kencang Terjang Bangli, Palinggih di Pura Susut Roboh dan Warung Rusak di Kintamani

Selanjutnya, Tim Identifikasi dan Forensik (Inafis) Polres Gianyar melakukan olah tempat kejadian perkara dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta mengambil sampel sidik jari dari beberapa benda di dalam vila.

Tim Laboratorium Forensik Polda Bali kemudian turut datang ke lokasi untuk mengambil sampel bahan kimia yang ditemukan guna dilakukan pemeriksaan ilmiah lebih lanjut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Radiant juga terlihat mendatangi lokasi sekitar pukul 11.10 WITA guna memastikan proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur.

Saat ini, perempuan berinisial Na masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim gabungan. Aparat juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan narkotika lain yang terkait dengan laboratorium rahasia tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang terjadi di sebuah vila di kawasan Jalan Wisata, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi telah diamankan, sementara sebagian sampel bahan kimia telah dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Bali untuk memastikan kandungan zatnya secara ilmiah.

Badan Narkotika Nasional RI dijadwalkan akan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus ini pada Sabtu (7/3) di lokasi vila tempat penggerebekan berlangsung.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy saat dikonfirmasi secara terpisah belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus tersebut.

“Ditangani BNN RI,” ujarnya singkat.

Bagikan