BANGLI, INFODEWATA.COM – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bangli pada Kamis (5/3) menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi, termasuk bangunan suci di pura serta fasilitas milik warga.
Di Kecamatan Susut, angin kencang dilaporkan merobohkan satu unit palinggih Jineng di Pura Panti Pasek Gelgel yang berada di Dusun Abuan Kangin, Desa Abuan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA saat hujan deras disertai hembusan angin melanda kawasan tersebut.
Informasi kejadian baru diterima pihak kepolisian sekitar pukul 15.30 WITA setelah warga setempat melaporkan insiden tersebut. Selain palinggih di Desa Abuan, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada Bale Gong di Pura Dalem Banjar Lumbuan Kawan, Desa Lumbuan.
Kapolsek Susut AKP I Nyoman Sucipta memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil akibat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Camat Susut Dewa Apryanta mengatakan pihaknya melalui Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) telah turun melakukan monitoring serta koordinasi dengan pihak terkait setelah menerima laporan kejadian.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, bangunan palinggih roboh sekitar pukul 13.00 WITA. Dugaan sementara akibat hujan deras yang disertai angin kencang,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Susut juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti dampak kerusakan tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memfasilitasi penyusunan proposal permohonan bantuan stimulus kebencanaan guna membantu proses perbaikan bangunan yang roboh.
Sementara itu, dampak angin kencang juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Kintamani. Di Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, atap sebuah warung milik warga terlepas akibat terpaan angin dan kemudian menimpa tembok di sekitarnya hingga roboh.
Camat Kintamani Ketut Erry Soena Putra menjelaskan kejadian tersebut diperoleh dari laporan masyarakat setempat.
“Atap warung terbang lalu menimpa tembok, sehingga tembok tersebut ikut roboh,” jelasnya.
Selain kerusakan bangunan, masyarakat juga melaporkan beberapa kejadian pohon tumbang di wilayah Kintamani. Namun, penanganan awal telah dilakukan secara mandiri oleh warga sehingga tidak menimbulkan gangguan yang berkepanjangan.

