Peristiwa

Pria di Buleleng Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi, Diduga Epilepsi Kambuh

Petugas kepolisian mengevakuasi jasad pria yang ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi wilayah Desa Tukad Mungga, Kecamatan Buleleng. (Foto: Istimewa)
Petugas kepolisian mengevakuasi jasad pria yang ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi wilayah Desa Tukad Mungga, Kecamatan Buleleng. (Foto: Istimewa)

BULELENG, INFODEWATA.COM – Warga Banjar Dinas Darmayasa, Desa Tukad Mungga, Kecamatan Buleleng, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di saluran irigasi, Rabu (13/5) pagi. Korban diketahui bernama Kadek Wirasa alias Kadek Keped (32) yang diduga meninggal dunia akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.

Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rozalin Diaz menjelaskan, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.20 Wita oleh seorang warga bernama Jro Putu Wijana (58).

Mayat Pria Misterius Ditemukan Terkubur di Sawah Darmasaba, Kondisi Sudah Membusuk

Saat itu, saksi hendak buang air besar di sekitar lokasi saluran irigasi. Namun setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), saksi justru melihat tubuh korban dalam posisi tertelungkup dan sebagian tubuhnya terendam air.

“Setelah melihat adanya sesosok tubuh di saluran irigasi, saksi kemudian menghubungi warga lainnya dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Tukad Mungga untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Iptu Diaz.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Singaraja bersama tim identifikasi dan tenaga medis dari Puskesmas II Buleleng langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban.

Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana dalam berwarna hijau.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tim medis, korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan warga. Selain itu, tidak ditemukan adanya luka ataupun tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan luka maupun tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal sekitar dua sampai tiga jam sebelum ditemukan,” katanya.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban mengalami serangan epilepsi saat hendak mandi di saluran irigasi tersebut. Kondisi itu menyebabkan korban terjatuh dalam posisi tertelungkup hingga kesulitan bernapas dan akhirnya meninggal dunia.

“Dugaan sementara korban terjatuh saat penyakit epilepsinya kambuh ketika hendak mandi di telabah, sehingga korban tidak dapat menyelamatkan diri,” tandasnya.

Bandara Ngurah Rai Perketat Pengawasan Penumpang Antisipasi Virus Hanta

Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Buleleng. Pihak keluarga disebut telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Share