Sosial

Langkah Kemanusiaan di Lereng Lempuyang, Yapindu Bali Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

Ketua Yapindu Bali, Jero Sugi, bersama jajaran anggota yayasan saat penyaluran bantuan sosial kepada anak yatim di kawasan Pura Lempuyang, Karangasem. (Foto: Istimewa)
Ketua Yapindu Bali, Jero Sugi, bersama jajaran anggota yayasan saat penyaluran bantuan sosial kepada anak yatim di kawasan Pura Lempuyang, Karangasem. (Foto: YapinduBali)

KARANGASEM, INFODEWATA.COM – Yayasan Yatim Piatu Hindu Anatha Nusantara (Yapindu Bali) melaksanakan kegiatan sosial berupa kunjungan kemanusiaan sekaligus penyaluran bantuan kepada seorang anak yatim berusia enam tahun yang tinggal bersama neneknya di bawah bukit kawasan Pura Lempuyang, Kabupaten Karangasem, Minggu (18/1/2026).

Anak tersebut saat ini masih mengenyam pendidikan taman kanak-kanak. Setiap hari, ia harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer dengan berjalan kaki untuk bersekolah.

Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang di Jalur Denpasar–Gilimanuk Picu Kemacetan

Di luar jam belajar, bocah itu turut membantu neneknya menganyam sangkar ayam atau guwungan ayam sebagai upaya sederhana menopang kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi geografis tempat tinggal mereka terbilang cukup berat. Akses menuju rumah hanya berupa jalan setapak yang licin dan menantang. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak memadamkan semangat sang anak untuk terus belajar, membantu keluarga, dan menjalani kehidupan dengan penuh ketekunan.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Yapindu Bali menyerahkan sejumlah bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan pendidikan. Bantuan tersebut meliputi beras dua sak masing-masing 10 kilogram, minyak goreng, satu krat telur, satu dus mi instan, tas sekolah, pakaian anak-anak, serta dana punia sebesar Rp2.500.000.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memberikan dukungan nyata bagi keberlangsungan pendidikan anak tersebut.

Melalui kegiatan ini, Yapindu Bali menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu anak-anak yatim dan keluarga prasejahtera, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses dan kondisi sosial ekonomi yang rentan. (*)

Bagikan