Politik
Beranda / Politik / Wakil Gubernur Giri Prasta Bersama Bupati Tabanan Hadiri Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Desa Wanasari Tabanan

Wakil Gubernur Giri Prasta Bersama Bupati Tabanan Hadiri Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Desa Wanasari Tabanan

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Agung di Pura Desa Wanasari, Tabanan.

TABANAN, INFO DEWATA – Semangat pelestarian adat dan budaya kembali mengemuka dalam Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, dan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Desa Khayangan, Desa Wanasari, Kabupaten Tabanan.

Upacara sakral yang digelar setiap 30 tahun sekali ini menjadi momentum penting yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga mendapat atensi besar dari para pemangku kebijakan.

Diduga Selingkuhi Istrinya, Pria di Gianyar Tewas Ditikam di Lorong Kos

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, hadir langsung dalam rangkaian upacara tersebut, Rabu (2/4), didampingi Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan sejumlah tokoh daerah. Dalam sambutannya, Giri Prasta mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Wanasari yang dinilainya sebagai cerminan kekuatan budaya Bali dalam membangun masa depan.

“Warga dengan semangat ‘ngrombo’ datang tidak hanya membawa tenaga, tetapi juga semangat yadnya yang luar biasa. Ini bukan sekadar upacara, melainkan warisan tak ternilai bagi generasi mendatang,” ujarnya di hadapan ratusan warga.

Wagub Giri Prasta menyebut bahwa pelaksanaan yadnya ini selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Keseimbangan antara manusia dan Sang Pencipta (Parahyangan) menjadi dasar utama pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Giri Prasta memberikan punia pribadi sebesar Rp50 juta, serta mendorong agar dibuatkan prasasti sebagai penanda sejarah yadnya ini. “Agar anak cucu kita tahu asal-usulnya, tidak saling ‘kaden’ ke depan,” tegasnya.

Ketua Panitia Karya, Ida Bagus Putu Artawa, melaporkan bahwa pelaksanaan upacara melibatkan seluruh elemen masyarakat dari lima banjar yang ada di Desa Wanasari, dengan total 624 kepala keluarga (KK).

“Lemah peteng, baik tua, muda, maupun anak-anak bersemangat turun tangan menyiapkan upacara ini. Kami bahkan tidak membeli satu pun sarana. Semua dikerjakan sendiri secara gotong royong,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa warga desa rutin melakukan urunan sebesar Rp40 ribu per KK setiap bulan sebagai bentuk partisipasi. Puncak acara akan digelar pada 12 April 2025 bertepatan dengan Purnama Kedasa, sementara puput karya dijadwalkan pada 24 Mei 2025.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan bahwa semangat warga Wanasari merupakan cermin dari nama lama desa ini, yakni Taman Sari, yang berarti tempat yang harum dan makmur.

Tragis! Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Setelah Melompat dari Jembatan Tukad Bangkung di Badung

“Kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus hadir dan mendukung kegiatan adat, agama, dan budaya. Sudah menjadi tugas kami untuk ngupasaksi dan mengayomi krama dalam setiap pelaksanaan yadnya,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, anggota DPRD Tabanan, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya, menunjukkan kuatnya dukungan lintas institusi terhadap pelestarian budaya Bali. (*)

Bagikan