Politik

Sekda Bali Dewa Made Indra Tekankan Kepemimpinan Etis dalam Pengelolaan Organisasi Publik

Acara Internalisasi Kepemimpinan Etis dalam Pengendalian Operasional BPJS Ketenagakerjaan yang digelar di Hotel Pullman, Legian, Badung, 22–23 Agustus 2025. (Foto: Istimewa)
Acara Internalisasi Kepemimpinan Etis dalam Pengendalian Operasional BPJS Ketenagakerjaan yang digelar di Hotel Pullman, Legian, Badung, 22–23 Agustus 2025. (Foto: Istimewa)

BADUNG, INFODEWATA.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan pentingnya kepemimpinan etis dalam tata kelola organisasi publik saat menjadi narasumber pada acara Internalisasi Kepemimpinan Etis dalam Pengendalian Operasional yang digelar BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Pullman, Legian, Kabupaten Badung, pada 22–23 Agustus 2025.

Dalam paparannya bertajuk “Konsep dan Prinsip Ethical Leadership dalam Pengelolaan Organisasi Publik”, Dewa Made Indra menekankan bahwa kepemimpinan sejati bukan semata-mata soal jabatan, melainkan pengaruh nyata yang diwujudkan melalui tindakan. Mengutip pandangan Donnal Macdannen, ia menyampaikan, “Leadership is action, not position.”

Bupati Sanjaya Kukuhkan Pengurus GOW Tabanan, Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

Pemimpin publik harus memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi dan senantiasa mengutamakan pelayanan. Jangan sampai pemimpin hanya berdiam di ruangan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang hadir, melayani, dan menginspirasi,” ujar Sekda Bali.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha, yang bertindak sebagai moderator, Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, Dr. Jimmy Zeravianus Usfunan, S.H., M.H., sebagai narasumber pertama, serta Deputi Akuntansi BPJS Ketenagakerjaan, Andri Bayumi. Turut hadir pula seluruh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kelas I dari seluruh Indonesia.

Melalui forum ini, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memperkuat penerapan kepemimpinan etis dalam setiap lini pengelolaan organisasi, dengan harapan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. (*)

Bagikan