DENPASAR, INFODEWATA.COM – Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Ibu Putri Koster, kembali menegaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Ia mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak lagi bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang selama ini menggunakan sistem open dumping dan pembakaran sampah.
Menurutnya, metode open dumping, yakni membuang sampah secara terbuka tanpa sistem pengelolaan khusus, selama ini telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. “Sistem ini menyebabkan pencemaran udara, air tanah, menjadi sumber penyakit, dan merusak estetika lingkungan,” jelasnya.
Ibu Putri menambahkan, pemerintah Provinsi Bali sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup telah melarang praktik open dumping dan mulai beralih menuju sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
“Mari kita berbenah, sampah yang sudah menumpuk kita enyahkan, dan pola yang keliru kita perbaiki. Kita tidak bisa terus melanjutkan cara lama yang berbahaya ini. Kita harus bergerak lebih cepat, bersinergi, berkolaborasi, dan yang terpenting adalah menyelesaikan sampah organik di rumah masing-masing,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pemisahan sampah sejak awal, baik di rumah, sekolah, maupun pasar. Sampah organik, lanjutnya, sebaiknya diolah langsung menggunakan komposter atau teba modern sehingga tidak lagi menumpuk di TPA.
Dengan dorongan ini, Ibu Putri Koster berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dapat semakin meningkat, sehingga Bali mampu keluar dari persoalan klasik sampah dan menuju lingkungan yang lebih sehat serta berkelanjutan. (*)