Peristiwa

Remaja Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Agung, Dievakuasi Tim SAR di Tengah Cuaca Ekstrem

Tim Basarnas Bali mengevakuasi seorang remaja yang mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Selasa (13/1/2026). (Foto: Basarnas Bali)
Tim Basarnas Bali mengevakuasi seorang remaja yang mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Selasa (13/1/2026). (Foto: Basarnas Bali)

KARANGASEM, INFODEWATA.COM – Seorang pendaki remaja bernama I Ketut Yedija Karunia Arta (18) berhasil diselamatkan tim SAR gabungan setelah mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena dilakukan di tengah hujan deras, angin kencang, dan kabut tebal sejak malam hingga pagi hari.

Peristiwa itu bermula ketika korban memulai pendakian bersama seorang rekannya pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 13.30 WITA. Namun, saat berada di jalur pendakian menjelang tengah malam, tepatnya sekitar pukul 23.40 WITA, Yedija mengeluhkan rasa dingin yang ekstrem dan tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

Rumah Warga di Kawasan Turyapada Buleleng Tertimbun Longsor, Akses Jalan Sempat Lumpuh

Dalam kondisi tersebut, keduanya kemudian menghubungi Polsek Rendang untuk meminta bantuan dan memutuskan bertahan di Pos 2 sambil menunggu pertolongan. Laporan resmi baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

Menindaklanjuti laporan itu, delapan personel dari Pos SAR Karangasem langsung diterjunkan ke lokasi. Tim SAR juga berkoordinasi dengan pihak Polsek Rendang serta pemandu lokal guna mempercepat proses pencarian di jalur pendakian Gunung Agung.

Setelah melakukan penyisiran selama sekitar empat jam, korban akhirnya ditemukan di ketinggian kurang lebih 2.400 meter di atas permukaan laut dalam keadaan selamat, meski kondisinya lemah akibat hipotermia.

“Korban sudah ditemukan, namun saat itu belum bisa langsung dievakuasi karena hujan deras dan kabut tebal,” ujar Koordinator Lapangan Basarnas Karangasem, Putu Handika Bhayangkara, saat dikonfirmasi di Karangasem.

Demi keselamatan tim dan korban, evakuasi sempat ditunda hingga kondisi cuaca sedikit membaik. Selanjutnya, tim SAR gabungan bersama pemandu lokal bergerak turun secara bertahap dengan penuh kehati-hatian di tengah jarak pandang yang terbatas.

Meski menghadapi medan berat dan cuaca yang tidak bersahabat, korban akhirnya berhasil dievakuasi hingga Posko Pura Pengubengan pada pukul 10.05 WITA. Setelah tiba di posko, Yedija langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (*)

Bagikan