Peristiwa

Diduga Depresi, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Seririt

Petugas melakukan penanganan di lokasi ditemukannya seorang pria yang meninggal dunia di wilayah Seririt, Buleleng. (Foto: Istimewa)
Petugas melakukan penanganan di lokasi ditemukannya seorang pria yang meninggal dunia di wilayah Seririt, Buleleng. (Foto: Istimewa)

BULELENG, INFODEWATA.COM – Seorang pria paruh baya berinisial KS (48) ditemukan meninggal dunia di wilayah Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Rabu (25/3/2026) sore. Peristiwa tragis tersebut diduga dipicu kondisi depresi yang dialami korban.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial PF (20) sekitar pukul 17.30 WITA. Saat itu, saksi baru pulang dari sungai dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi kejadian.

Ditemukan Meninggal di Kamar Kontrakan, Wanita Muda di Denpasar Diduga Akibat Sakit

Melihat kejadian tersebut, saksi segera memberitahukan keluarga korban dan warga sekitar untuk meminta bantuan.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026). Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat terlihat duduk seorang diri dalam kondisi murung.

Korban diketahui tinggal seorang diri sembari merawat ibunya yang sedang sakit, dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Sementara itu, anak satu-satunya telah berkeluarga dan tidak tinggal bersama korban.

Hasil pemeriksaan medis dari petugas Puskesmas Seririt III menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu jam sebelum ditemukan.

“Dugaan sementara korban mengakhiri hidup karena depresi,” ujar Iptu Yohana.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tim medis.

Polisi juga telah menawarkan proses otopsi guna memastikan penyebab kematian. Namun, pihak keluarga menolak dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan,” pungkasnya.

Motor Terbakar di Kuta Utara Picu Kemacetan, Diduga Akibat Korsleting

Share