DENPASAR, INFO DEWATA – Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengerahkan ribuan personel guna mengamankan pawai ogoh-ogoh pada malam Pengerupukan, Jumat (28/3/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan perayaan berlangsung aman dan tertib menjelang Hari Raya Nyepi.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali, Kombes Soelistijono, mengungkapkan bahwa ribuan personel tersebut berasal dari Polda dan polres-polres di seluruh Bali.
“Pengamanan juga akan dilakukan oleh satuan kewilayahan, yaitu Polres dan Polresta,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (28/3/2025).
Ratusan personel dikerahkan sebanyak 565 personel Polda Bali mengikuti apel sebelum diturunkan ke lapangan untuk mengamankan jalannya pawai. Selain itu, sebanyak 366 personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Agung 2025 turut diperbantukan sebagai dukungan tambahan.
Pengamanan ketat akan difokuskan pada Bundaran Patung Catur Muka atau Lapangan Puputan Badung, yang menjadi pusat keramaian saat pawai berlangsung. Selain itu, lima titik lain yang menjadi lokasi pawai juga mendapat perhatian khusus, yaitu: Simpang Tohpati, Simpang Cokroaminoto-Maruti, Simpang Teuku Umar, Simpang Kamboja-WR Supratman dan Simpang Pasar Sanglah.
Selain menempatkan personel di titik-titik strategis, Polda Bali juga akan melaksanakan patroli skala besar yang melibatkan gabungan personel TNI-Polri. Patroli ini akan dipimpin langsung oleh Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di Denpasar selama malam Pengerupukan.
“Saya mengimbau semua peserta dan penonton ogoh-ogoh agar tertib, tidak anarkistis, dan tidak mabuk-mabukan,” tegas Soelistijono.
Polda Bali berharap masyarakat dapat merayakan tradisi Pengerupukan dengan penuh kesadaran dan menghormati nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dengan pengamanan ketat ini, diharapkan perayaan dapat berjalan lancar tanpa gangguan keamanan. (*)