TABANAN, INFODEWATA.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan sejak Minggu (22/2/2026) memicu terjadinya bencana tanah longsor di Banjar Dinas Padangan Kelod, Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Selasa (24/2/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan material tanah dan batu menutup akses jalan gang warga hingga membuat empat kepala keluarga (KK) sempat terisolir.
Camat Pupuan, I Gusti Kade Dwipayana, menjelaskan longsor terjadi pada bagian senderan dan halaman belakang rumah warga. Akibatnya, dapur semi permanen milik warga bernama I Nengah Adi Sanjaya mengalami kerusakan cukup parah setelah tergerus material longsor. Kerugian akibat kerusakan dapur tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta, sementara kerusakan senderan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Selain itu, fondasi rumah milik warga lainnya, I Wayan Miasa, juga ikut tergerus tanah longsor. Kondisi bangunan dinilai membahayakan keselamatan penghuni, sehingga Miasa bersama istrinya terpaksa mengungsi sementara ke rumah menantunya. “Untuk pemilik rumah yang fondasinya roboh, sudah dijemput menantunya karena rumahnya rentan roboh,” ujar Dwipayana.
Longsor tidak hanya merusak bangunan warga, tetapi juga menutup akses gang yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat setempat. Menindaklanjuti kejadian tersebut, pemerintah kecamatan bersama linmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta warga sekitar segera melakukan gotong royong membersihkan material longsor yang menutup jalan.
Berkat kerja sama berbagai pihak, material tanah dan batu berhasil disingkirkan. Akses jalan yang sebelumnya tertutup kini sudah kembali dapat dilalui, sehingga empat KK yang sempat terisolir dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Pemerintah setempat tetap mengimbau warga untuk waspada mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi akibat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

