Peristiwa

Lansia Hilang Sepekan di Mengwi Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Luk-Luk

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Ni Ketut Menuh (72) dari aliran sungai di Desa Luk-Luk, Mengwi, Badung, setelah ditemukan meninggal dunia usai dilaporkan hilang. (Foto: Istimewa)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Ni Ketut Menuh (72) dari aliran sungai di Desa Luk-Luk, Mengwi, Badung, setelah ditemukan meninggal dunia usai dilaporkan hilang. (Foto: Istimewa)

BADUNG, INFODEWATA.COM – Setelah dinyatakan hilang sejak Minggu malam, Ni Ketut Menuh (72) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai wilayah Desa Luk-Luk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu (10/1) sekitar pukul 11.00 WITA. Jenazah korban ditemukan dalam posisi terlentang di antara tumpukan ranting dan dedaunan dengan kondisi tubuh yang sudah membengkak.

Penemuan tersebut merupakan hasil operasi pencarian hari kedua yang dilakukan Tim SAR gabungan. Sejak pagi sekitar pukul 07.30 WITA, petugas mulai menyisir area di belakang rumah korban hingga ke Dam Luk-Luk. Koordinator Lapangan Pencarian, Crista Priana, mengatakan penyisiran pertama dilakukan hingga pukul 09.00 WITA sebelum tim kembali melanjutkan pencarian dari kawasan dam ke arah selatan.

Empat Roda Mobil Raib di Garasi Denpasar Timur, Kerugian Rp25 Juta Diselesaikan Kekeluargaan

“Sekitar pukul 10.20 WITA target berhasil ditemukan, kurang lebih 200 meter dari Dam Luk-Luk,” ungkap Crista. Untuk memastikan identitas korban, Tim SAR segera menghubungi pihak keluarga. Setelah dipastikan bahwa jenazah tersebut benar Ni Ketut Menuh, korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Kabupaten Badung.

Sebelumnya, Ni Ketut Menuh dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumahnya pada Minggu malam, 4 Januari 2026. Menurut keterangan keluarga, korban yang sudah lanjut usia itu biasanya berjalan dengan bantuan tongkat. Namun saat kejadian, tongkat tersebut ditemukan masih berada di rumah, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa korban pergi tanpa alat bantu.

Berdasarkan kondisi itu, pihak keluarga mencurigai korban terjatuh ke sungai yang berada tepat di belakang rumahnya. Dugaan tersebut menjadi dasar Tim SAR gabungan memusatkan pencarian di sepanjang aliran sungai sejak hari pertama operasi.

Dalam proses pencarian, berbagai unsur potensi SAR dikerahkan, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Samapta Polda Bali, Brimob Batalyon B Mengwi, Polsek Mengwi, PMI Badung, hingga relawan dari Gowri Rescue, Bima Sakti Rescue, SDI, SAR Dog, ORARI Bali, serta dukungan Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Luk-Luk, masyarakat, dan keluarga korban. Upaya bersama tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya korban, meski dalam kondisi tidak bernyawa. (*)

Bagikan