DENPASAR, INFO DEWATA – Kebakaran terjadi di Ruang Biro Hukum Kantor Gubernur Bali pada Minggu pagi (30/3), menghanguskan sejumlah dokumen dan peralatan kantor. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 06.15 WITA, namun berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran, kebakaran berhasil dikendalikan sebelum merembet ke ruangan lain.
Kebakaran melanda dua ruangan di Biro Hukum Pemprov Bali, yakni ruang Kepala Biro Hukum dan sekretaris pribadinya. Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerusakan pada beberapa dokumen penting serta dua unit komputer.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas pos siaga di depan kantor. Satpol PP yang tengah mengibarkan bendera merah putih melihat kepulan asap dari halaman kantor dan segera melaporkan kejadian ini ke pemadam kebakaran dan pihak kepolisian.
Peristiwa ini terjadi di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Minggu pagi, 30 Maret 2025, tepat setelah aktivitas perkantoran baru dimulai pasca-Hari Raya Nyepi.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Ruangan yang terbakar telah dipasangi garis polisi untuk keperluan investigasi lebih lanjut.
Berkat lokasi kantor pemadam kebakaran yang tidak jauh dari Kantor Gubernur Bali, api dapat segera dipadamkan dan tidak menyebar ke ruangan lainnya. Pemerintah Provinsi Bali akan segera memperbaiki instalasi listrik dan mencari lokasi sementara bagi Biro Hukum agar aktivitas perkantoran dapat segera berjalan kembali.
Berkat lokasi kantor pemadam kebakaran yang tidak jauh dari Kantor Gubernur Bali, api dapat segera dipadamkan dan tidak menyebar ke ruangan lainnya. Pemerintah Provinsi Bali akan segera memperbaiki instalasi listrik dan mencari lokasi sementara bagi Biro Hukum agar aktivitas perkantoran dapat segera berjalan kembali.
“Kami akan segera melakukan perbaikan agar operasional kantor dapat berjalan seperti biasa,” ujar Dewa Made Indra.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini, sementara pihak Pemprov Bali terus berkoordinasi untuk memastikan pelayanan publik tidak terganggu. (*)