Peristiwa
Beranda / Peristiwa / Kapolres Jembrana Pastikan Pemudik dari Bali ke Jawa Tidak Terjebak Nyepi

Kapolres Jembrana Pastikan Pemudik dari Bali ke Jawa Tidak Terjebak Nyepi

JEMBRANA, INFO DEWATA

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, menyatakan optimisme bahwa tidak akan ada pemudik dari Bali ke Jawa yang terjebak saat perayaan Hari Raya Nyepi. Ia menilai arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk berjalan lancar dan masyarakat telah mengikuti imbauan untuk berangkat lebih awal, sehingga tidak bertepatan dengan hari raya umat Hindu tersebut.

Tragis! Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Setelah Melompat dari Jembatan Tukad Bangkung di Badung

Pernyataan tersebut disampaikan AKBP Endang usai memimpin gelar pasukan pengamanan Nyepi di Mapolres Jembrana, Jumat (28/3/2025) sore. Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan kesiapan aparat gabungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Nyepi, bekerja sama dengan TNI dan pecalang sebagai petugas keamanan desa adat.

“Melihat situasi Pelabuhan Gilimanuk sejak pagi hingga sore ini yang normal dan cenderung sepi, kami yakin tidak ada pemudik yang berangkat bersamaan dengan Nyepi,” ujar AKBP Endang.

Menurutnya, puncak arus mudik Idul Fitri di Bali terjadi pada H-5 dan H-4, berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Sejak awal Ramadan, pihak kepolisian telah mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal guna menghindari kepadatan lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk yang berpotensi berbarengan dengan Nyepi.

“Melihat arus kendaraan pemudik di Gilimanuk, masyarakat tampaknya mengikuti imbauan tersebut dengan mulai mudik sejak H-10. Kami berterima kasih atas kepatuhan ini, sehingga perayaan Nyepi dan perjalanan pemudik dapat berlangsung aman,” tambahnya.

Dalam konteks perayaan Nyepi, Kapolres menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama. Ia meminta seluruh masyarakat menaati surat kesepakatan bersama yang telah ditandatangani oleh para tokoh agama.

“Jembrana adalah wilayah dengan keberagaman tinggi, dan selama ini masyarakatnya hidup berdampingan secara damai. Kami berharap toleransi ini tetap dijaga,” tegasnya.

Untuk memastikan kelancaran perayaan Nyepi, Polres Jembrana akan bekerja sama dengan TNI dan pecalang. “Polri dan TNI bertugas mengamankan, tetapi yang lebih berperan di lapangan adalah pecalang selaku petugas keamanan desa adat,” jelasnya.

Selain itu, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Jembrana agar masjid-masjid di sepanjang jalur mudik dapat menampung pemudik yang masih dalam perjalanan saat Nyepi berlangsung. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada pemudik yang terlantar.

Kebakaran Hebat Hanguskan Kandang Ayam di Klungkung, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Gelar pasukan di Mapolres Jembrana turut dihadiri jajaran Polri, TNI, pecalang, serta petugas Dinas Perhubungan sebagai bagian dari kesiapan pengamanan perayaan Nyepi di wilayah tersebut. (*)

Bagikan