TABANAN, INFODEWATA.COM – Ruas jalan nasional Denpasar–Gilimanuk tepatnya di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, mengalami ambles di bagian pinggir jalan dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kerusakan tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir dan telah dilaporkan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk segera mendapatkan penanganan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga sekaligus Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal serta berkoordinasi dengan instansi terkait. “Petugas sudah mengecek ke lokasi dan kejadian ini sudah kami laporkan serta dikoordinasikan dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/1).
Partana menegaskan, ruas jalan Denpasar–Gilimanuk merupakan jalan nasional sehingga kewenangan perbaikan sepenuhnya berada di bawah BPJN. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Tabanan tetap mengambil peran dalam pengamanan awal di lapangan serta pelaporan kondisi kerusakan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kerusakan jalan tersebut pertama kali ramai diperbincangkan setelah beredar di media sosial pada Rabu (7/1) malam. Amblesan diketahui berada di sisi selatan jalan, dekat Warung Betutu Men Pandu. Lubang yang terbentuk diperkirakan memiliki ukuran sekitar 2 x 1 meter dengan kedalaman mencapai kurang lebih 7 meter.
Sebagai langkah antisipasi, lokasi amblesan telah dipasangi rambu peringatan dan pembatas jalan. Petugas dari Polsek Kerambitan juga disiagakan untuk mengatur lalu lintas dan mencegah pengendara mendekati titik rawan tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum kejadian sempat terdapat sebuah truk yang parkir di sekitar titik amblesan. Selain faktor hujan, diduga terdapat rongga di bawah badan jalan akibat rumah kadal atau alu, sehingga struktur tanah tidak mampu menahan beban di atasnya. “Di bawahnya ada rumah kadal, sehingga ada lubang di bawah jalan yang menyebabkan jalan jebol,” ungkap salah seorang saksi.
Sementara itu, Penilik Jalan Nasional wilayah Tabanan, Agung Buda Artawan, bersama staf teknis telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. “Tim teknis sedang melakukan pengecekan,” ujarnya singkat.
Seiring dengan kondisi tersebut, para pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan Meliling, terutama pada saat hujan dan pada malam hari, sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang. (*)

