Peristiwa

Hujan Deras Picu Longsor, Toilet SDN 2 Batur Kintamani Ambrol

Bangunan toilet SDN 2 Batur, Kintamani, ambrol setelah senderan tanah di belakangnya jebol akibat hujan deras, Jumat (9/1/2026). (Foto: Istimewa)
Bangunan toilet SDN 2 Batur, Kintamani, ambrol setelah senderan tanah di belakangnya jebol akibat hujan deras, Jumat (9/1/2026). (Foto: Istimewa)

BANGLI, INFODEWATA.COM – Bangunan toilet SDN 2 Batur di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli, ambrol setelah senderan tanah di belakangnya jebol akibat hujan deras, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Peristiwa tersebut menyebabkan enam ruangan toilet rusak dan tidak dapat digunakan.

Kepala SDN 2 Batur, I Made Armika, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 12.00 WITA. Kondisi itu mengakibatkan senderan penahan tanah sepanjang kurang lebih 8 meter dengan tinggi sekitar 2 meter runtuh dan menggerus bangunan toilet yang berada tepat di depannya.

Lansia Hilang Sepekan di Mengwi Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Luk-Luk

Menurut Armika, saat kejadian seluruh siswa sudah pulang dari sekolah sehingga tidak ada murid yang berada di lokasi. Namun, sejumlah guru dan pegawai masih berada di lingkungan sekolah karena tertahan hujan lebat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Ia menambahkan, bangunan toilet yang ambrol tergolong masih relatif baru karena dibangun pada tahun 2018. Namun, senderan penahan tanah di belakangnya memang merupakan bangunan lama yang kondisinya sudah tidak lagi optimal untuk menahan beban tanah, terlebih saat diguyur hujan deras.

Meski bangunan toilet berada dekat dengan ruang belajar, Armika memastikan kondisi ruang kelas masih aman. Bangunan toilet yang jebol dilaporkan jatuh dalam kondisi relatif utuh ke lahan milik warga yang berada di belakang sekolah.

Akibat rusaknya seluruh fasilitas kamar kecil di sekolah, pihak SDN 2 Batur segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Batur Tengah untuk meminjam fasilitas toilet sementara bagi para siswa. “Kami sudah berkoordinasi dengan kantor desa terkait penggunaan kamar kecil, karena WC di sekolah kami jebol total,” ujarnya.

Sementara itu, untuk nilai kerugian akibat kejadian tersebut, pihak sekolah masih melakukan pendataan dengan merujuk pada dokumen pembangunan gedung toilet tersebut. Pendataan ini akan menjadi dasar untuk pengajuan perbaikan dan penanganan lebih lanjut kepada pihak terkait. (*)

Bagikan