Peristiwa

Gubernur Koster Bereaksi Keras Setelah Istrinya Disebut Buzzer Oleh Putu Artha

Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: Istimewa)
Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: Istimewa)

DENPASAR, INFODEWATA.COM – Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya angkat bicara menanggapi kritik tajam mantan Komisioner KPU Pusat, I Gusti Putu Artha, yang menyeret nama istrinya, Ni Putu Putri Suastini Koster, dalam polemik di media sosial. Kritik tersebut disampaikan Putu Artha melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada 6 Agustus 2025, dengan menyebut Putri Koster sebagai “buzzer”.

Dalam wawancara di rumah jabatannya, Jaya Sabha, Denpasar, Koster mengaku kaget dan merasa pernyataan tersebut sudah keterlaluan. “Saya kaget juga ya, kok bisa segitunya keterlaluan banget,” ungkapnya, Jumat (15/8).

Dua Korban Terseret Arus di Pantai Mengening Ditemukan Meninggal, Satu Masih Dicari

Koster menjelaskan, sejak Pilgub Bali 2018 hingga periode keduanya sebagai gubernur, ia sudah sering menerima kritik dari Putu Artha. Namun, ia selalu memilih untuk diam dan fokus bekerja. Kali ini, ia merasa perlu merespons karena serangan itu mengarah pada keluarganya. “Silakan Putu Artha kritisi terus saya, tidak masalah! Tapi jangan pernah menyentuh keluarga saya, jangan pernah menyentuh istri saya, apalagi anak-anak saya! Kalau itu dilakukan, akan saya hadapi habis-habisan apapun taruhannya,” tegas Koster.

Ia menilai tidak adil jika istrinya disebut buzzer hanya karena membela suaminya. “Kan wajar saja dia membela suaminya, hak dia membela. Menyebut istri saya sebagai buzzer itu kebangetan, keterlaluan, dan tidak etis,” ujarnya.

Gubernur Koster juga mengungkap bahwa dirinya pernah membantu Putu Artha saat mencalonkan diri sebagai Komisioner KPU Pusat, bahkan ikut mengkomunikasikannya ke pimpinan fraksi lain di DPR. Karena itu, ia merasa kecewa dengan sikap Putu Artha yang kini menyerangnya secara personal.

Sementara itu, Putu Artha dikenal sebagai tokoh Bali sekaligus konsultan politik yang aktif di media sosial. Ia pernah menjabat di KPU Provinsi Bali dan KPU Pusat, namun gagal terpilih kembali sebagai Komisioner KPU Pusat, serta dua kali gagal mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Tengah.

Menutup keterangannya, Koster menyampaikan pesan diplomatis. “Berbuatlah yang baik agar mendapat simpati dari masyarakat,” ujarnya seraya mendoakan yang terbaik untuk perjalanan karier Putu Artha. (*)

Bagikan