Peristiwa

Cuaca Buruk, Aktivitas Wisata di Pelabuhan Tua Buleleng Ditutup Sementara

Papan imbauan penutupan sementara aktivitas wisata terpasang di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng menyusul cuaca buruk dan kerusakan dermaga, Jumat (16/1/2026). (Foto: Istimewa)
Papan imbauan penutupan sementara aktivitas wisata terpasang di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng menyusul cuaca buruk dan kerusakan dermaga, Jumat (16/1/2026). (Foto: Istimewa)

BULELENG, INFODEWATA.COM – Aktivitas wisata di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng ditutup sementara sejak Senin (12/1/2026). Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan wisatawan, masyarakat, serta pedagang menyusul cuaca buruk yang melanda wilayah Buleleng dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan, terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi masih adanya siklon yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca.

Banjir Terjang Busungbiu, Jalan Penghubung Dua Desa Amblas 60 Meter dan Akses Warga Terganggu

“Selama dari sisi keselamatan belum memungkinkan, kami tutup sementara,” ujar Dody saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Selain faktor cuaca ekstrem, penutupan juga dipicu adanya kerusakan di ujung dermaga Pelabuhan Tua yang kerap dimanfaatkan warga untuk memancing. Kerusakan tersebut terjadi pada Senin malam akibat terpaan cuaca buruk dan baru diketahui keesokan harinya.

Sebagai langkah pengamanan, Dispar Buleleng telah berkoordinasi dengan Polsek Kota Singaraja untuk memasang garis polisi di area dermaga. Papan imbauan penutupan sementara juga telah dipasang agar masyarakat tidak beraktivitas di lokasi berisiko.

“Kami sudah koordinasi dengan Polsek Kota untuk pemasangan police line dan imbauan penutupan demi keselamatan,” jelasnya.

Terkait perbaikan dermaga, Dody menyebutkan pihaknya masih menunggu kondisi cuaca kembali stabil dan siklon dinyatakan berakhir. Ia menilai pengecekan teknis belum bisa dilakukan secara optimal apabila cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Setelah kondisi cuaca lebih stabil, kami akan meminta bantuan teknis dari Dinas PU untuk melakukan pengecekan kelayakan dermaga,” tambahnya.

Penutupan Pelabuhan Tua Buleleng juga berdampak pada sektor wisata bahari. Layanan wisata lumba-lumba atau dolphin watching untuk sementara waktu dihentikan. Dispar Buleleng telah menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA).

“Karena cuaca tidak memungkinkan, paket wisata dolphin sementara tidak dijual,” pungkas Dody. (*)

Salip Motor Terlalu Dekat, Pengendara Vario Luka dan Sempat Pingsan di Jalur Denpasar–Gilimanuk

Bagikan