Peristiwa

Banjir Terjang Rumah Kontrakan di Kuwum Tabanan, Ibu dan Balita Dilaporkan Hilang

Warga berada di sekitar rumah kontrakan di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, yang terdampak banjir akibat luapan saluran irigasi Subak Jemanik, Rabu (21/1/2026). (Foto: detikBali)
Warga berada di sekitar rumah kontrakan di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, yang terdampak banjir akibat luapan saluran irigasi Subak Jemanik, Rabu (21/1/2026). (Foto: detikBali)

TABANAN, INFODEWATA.COM – Sebuah rumah kontrakan di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, diterjang banjir akibat meluapnya saluran irigasi Subak Jemanik pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan seorang ibu dan anak bungsunya yang masih berusia 16 bulan dilaporkan hilang.

Rumah tersebut diketahui dihuni oleh Semi Banafanu bersama keluarganya sejak tahun 2014. Dua korban yang hingga kini belum ditemukan adalah istrinya, Lalu Juliana Dacosta Makun, serta anak bungsu mereka, Audri Natania Banafanu.

Angin Kencang Robohkan Bale Gong Pura Puseh Dasar di Penebel, Kerugian Capai Rp600 Juta

Menurut keterangan warga setempat, Wayan Toblo, banjir terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Air bah datang secara tiba-tiba dan menghantam senderan rumah Banafanu serta dua rumah lainnya di kawasan Perumahan Kuwum Asri II hingga jebol. Material bangunan yang terbawa arus kemudian menutup aliran sungai kecil di sekitar lokasi, menyebabkan air meluap masuk ke permukiman warga.

Derasnya arus juga mengakibatkan garasi rumah ambrol. Satu unit mobil yang terparkir bahkan dilaporkan bergeser sejauh kurang lebih tiga meter akibat kuatnya terjangan air.

Saat air mulai memasuki rumah, keluarga Banafanu panik dan berupaya menyelamatkan diri ke arah bangunan wantilan yang berada di sebelah barat. Namun nahas, ketika berusaha menuju lokasi tersebut, istri dan dua anak Banafanu tersapu banjir.

Banafanu sempat berusaha menolong anak sulungnya, Natalia The Queen Banafanu (6), dan berhasil menyelamatkannya ke tempat aman. Sementara itu, sang istri dan anak bungsunya tidak tertolong dan hanyut terbawa arus. Dalam upaya penyelamatan tersebut, Banafanu dilaporkan tersangkut di pohon bambu dan mengalami patah kaki.

Komandan Kodim 1619/Tabanan, Letkol Inf Trijuang Danarjati, mengatakan proses pencarian korban melibatkan puluhan personel dari unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran manual menyusuri aliran sungai sejauh sekitar satu kilometer, mengingat kondisi arus yang masih deras.

Sementara itu, Semi Banafanu saat ini menjalani perawatan medis di RSU Tabanan akibat cedera yang dialaminya. Anak sulung korban untuk sementara dititipkan dan dirawat oleh pihak keluarga. (*)

Bagikan