JEMBRANA, INFO DEWATA – Arus mudik Lebaran dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk semakin padat. Memasuki H-3 Nyepi, Rabu (26/3/2025), antrean kendaraan roda empat mengular hingga 7 km, mencapai kawasan Hutan Cekik dan Pura Tirtha Segara Rupek. Pemudik bahkan harus menghabiskan waktu hingga 9 jam dalam antrean sebelum berhasil masuk ke area pelabuhan.
Berdasarkan data ASDP, dalam lima hari terakhir (21-25 Maret 2025), sebanyak 256.175 orang telah menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang. Jumlah kendaraan yang menyeberang juga meningkat drastis, dengan total 44.834 unit, terdiri dari 20.125 mobil dan 43.801 sepeda motor.
Rohim (42), seorang pemudik asal Banyuwangi, mengaku harus mengantre selama 9 jam sebelum bisa masuk ke pelabuhan. “Dari Denpasar lancar, tapi begitu sampai hutan ternyata sudah antre panjang,” ujarnya. Ia menduga lonjakan antrean kali ini terjadi karena adanya penutupan pelabuhan menjelang Nyepi.
Kapolres Jembrana AKBP Endang mengonfirmasi bahwa situasi arus mudik saat ini sangat padat. Pada puncak arus mudik H-6 Lebaran, Selasa (25/3/2025), tercatat 68.754 orang dan 21.367 kendaraan telah menyeberang dalam 24 jam. “Sebelumnya hanya belasan ribu kendaraan, tapi per 25 Maret sudah mencapai 21 ribu kendaraan yang keluar Bali,” ujarnya.
Untuk mengurai kepadatan, pihak ASDP dan kepolisian menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBT) di Dermaga LCM serta menambah dua kapal perbantuan berkapasitas besar. Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas agar antrean tetap tertib dan tidak ada kendaraan yang menyerobot jalur.
Pihak kepolisian memperkirakan arus mudik akan mencapai puncaknya pada 26-27 Maret 2025. “Kami berharap seluruh pemudik sudah menyeberang sebelum pelabuhan ditutup menjelang Nyepi, agar tidak ada yang terjebak atau tertinggal,” kata AKBP Endang.
Dengan lonjakan pemudik yang masih berlangsung, para pemudik diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan dengan baik dan bersiap menghadapi kemungkinan antrean panjang sebelum keberangkatan. (*)