BADUNG, INFODEWATA.COM – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Bali Selatan dan menyebabkan kerusakan materiil cukup signifikan di kawasan kuliner Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA, saat kawasan wisata dalam kondisi tidak beroperasi.
Hembusan angin yang sangat kuat mengakibatkan struktur atap enam kafe di sepanjang Pantai Jimbaran tidak mampu bertahan hingga akhirnya jebol dan ambruk. Enam kafe yang dilaporkan mengalami kerusakan serius pada bagian atap yakni Cafe Nyoman, Cafe Lia, Cafe Denas, Cafe Bayang, Cafe Bambu, dan Cafe Jimbaran Beach.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kondisi sejumlah kafe tampak porak-poranda. Rangka atap berbahan kayu terlihat patah dan runtuh, sementara lembaran penutup atap berukuran besar menimpa area makan. Meja dan kursi kayu yang biasanya tertata rapi di atas pasir pantai terlihat berserakan, terbalik, dan sebagian tertimbun puing bangunan di atas pasir yang basah akibat cuaca buruk.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Komang Agus Dharmayana W., S.I.K., M.Si, bersama Camat Kuta Selatan dan prajuru Desa Adat setempat turun langsung meninjau lokasi kerusakan untuk memastikan situasi pascakejadian. Dari hasil pengecekan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Kehadiran kami merupakan bentuk respons cepat untuk memastikan kawasan wisata ini tetap aman dan kondusif pasca-musibah. Kerusakan yang terjadi bersifat materiil, terutama pada bagian atap bangunan yang jebol,” ujar Kompol Komang Agus.
Ia menjelaskan, tidak adanya korban jiwa disebabkan kejadian berlangsung pada dini hari saat seluruh kafe sudah tutup dan tidak ada aktivitas pengunjung maupun karyawan. Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengingatkan para pelaku usaha wisata di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
Sementara itu, penanganan lanjutan berupa pembersihan puing-puing bangunan yang ambruk dilakukan oleh BPBD Kabupaten Badung. Aparat terkait juga terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan lingkungan sekitar serta mempercepat pemulihan kawasan wisata Pantai Jimbaran. (*)

