BULELENG, INFO DEWATA – Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Singaraja – Kintamani, Desa Kubutambahan, Buleleng, Bali, pada Minggu sore, 29 Juni 2025. Seorang pria bernama Nyoman Budiasa (57), warga Banjar Dinas Pasek, tewas mengenaskan setelah tertabrak truk molen yang mengalami rem blong.
Korban yang dikenal sebagai anggota Linmas senior di Desa Kubutambahan itu tengah menunggu istrinya berbelanja di sebuah warung ketika peristiwa nahas terjadi. Ia berada di atas sepeda motornya yang terparkir di sisi barat jalan. Tanpa diduga, sebuah truk molen bernomor polisi DK 8138 AT melaju dari arah Selatan menuju Utara dengan kecepatan tinggi karena mengalami kegagalan sistem pengereman.
Perbekel Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Senin, 30 Juni 2025. “Truk itu tak bisa dikendalikan dan langsung menghantam Budiasa. Ia terpental cukup jauh, diduga hingga 10 meter, dan mengalami luka parah di bagian perut, tangan, dan kaki,” ujarnya.
Truk baru berhenti setelah menabrak patung Ganesha di pertigaan jalan. Sepeda motor korban juga terseret dan terhimpit di bawah truk. Sang istri selamat dari kejadian itu karena saat insiden berlangsung, ia berada di dalam warung.
Budiasa diketahui merupakan ayah dari empat anak. Akibat luka berat yang dideritanya, ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazahnya telah dibawa ke rumah duka, dan keluarga berencana melakukan prosesi pemakaman pada 5 Juli 2025.
Pasca kecelakaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng langsung turun ke lokasi untuk membersihkan puing-puing patung yang hancur dan menghalangi jalan. Truk molen yang terlibat dalam kecelakaan juga telah dievakuasi.
“Patung Ganesha yang ditabrak itu merupakan aset milik Pemkab Buleleng dan telah berdiri sejak 2008. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kecamatan, Bupati Buleleng, dan Dinas PUTR,” tambah Pariadnyana.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan kelalaian pengemudi. Kejadian ini menjadi peringatan keras akan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap kendaraan berat, terutama yang melintasi jalur padat dan menanjak seperti di kawasan utara Bali. (*)