Peristiwa
Beranda / Peristiwa / Alasan Beli Rokok, Warga Sumbawa Bawa Motor Saat Nyepi di Bajera, Tabanan

Alasan Beli Rokok, Warga Sumbawa Bawa Motor Saat Nyepi di Bajera, Tabanan

TABANAN, INFO DEWATA – Insiden pelanggaran Hari Nyepi kian marak terjadi, kali imj  terjadi di Bajera, Kec. Selemadeg Tabanan. Seorang pria asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), melanggar aturan Hari Raya Nyepi dan berujung pada mediasi di Balai Banjar Adat Kebon, Minggu (30/3). Kasus ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan warga, sehingga pihak kepolisian turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Mediasi tersebut dihadiri oleh Perbekel Desa Bajera Utara, P.S. Panit 2 Binmas Polsek Selemadeg Aiptu I Gusti Putu Suka Sastrawan, Bhabinkamtibmas Aipda I Nyoman Suwitrayasa, Babinsa, Bendesa Adat, tokoh masyarakat, pecalang, serta pemilik penginapan tempat pelaku bekerja.

Wakil Gubernur Giri Prasta Bersama Bupati Tabanan Hadiri Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Desa Wanasari Tabanan

Sebagai bentuk sanksi, Desa Adat Kebon memberikan peringatan keras kepada pemilik penginapan agar tidak lagi mempekerjakan pelaku. Selain itu, seluruh pengusaha di wilayah tersebut diwajibkan melaporkan identitas warga pendatang yang dipekerjakan kepada aparat desa adat untuk memperketat pengawasan.

Dalam pertemuan itu, pelaku menyampaikan permintaan maaf kepada Desa Adat Kebon dan masyarakat Bali, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Pihak penginapan juga turut meminta maaf atas kelalaian yang terjadi dan memberikan bantuan sukarela untuk biaya pecaruan yang telah dilakukan saat pengerupukan.

Seijin Kapolres Tabanan AKBP Chandra C. Kesuma, Kapolsek Selemadeg Kompol I Wayan Suastika menegaskan bahwa mediasi ini berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepakatan untuk menjaga harmoni serta menghormati tradisi adat setempat.

“Semua pihak yang terlibat sepakat untuk saling memaafkan dan berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Kompol Suastika.

Sebelumnya, seorang pria asal Sumbawa, NTB, yang tinggal di Banjar Dinas Kebon, Bajera Utara, kedapatan membawa sepeda motor saat Hari Raya Nyepi, Sabtu (29/3). Aksi pria ini sempat viral di media sosial. Saat dihentikan oleh pecalang dan linmas, pria tersebut mengaku ingin membeli rokok.

Pelaku sempat keluar dua kali dengan motornya. Saat pertama kali dicegat, ia berhasil melarikan diri. Namun, pada percobaan kedua, petugas berhasil menghentikannya di tengah jalan. Ketika ditanya tujuannya, pria tersebut mengaku hendak membeli rokok. Saat ditanya apakah ia mengetahui aturan Nyepi, ia memilih diam.

Dengan adanya penyelesaian ini, masyarakat diharapkan dapat kembali merasa tenang dan menjaga toleransi antarwarga. (*)

Wakil Gubernur Bali Hadiri Peresmian Kantor Perbekel Kesiut Tabanan

Bagikan