Peristiwa

Akses Menuju Alas Kedaton Jebol, Mobil Tak Bisa Melintas Akibat Hujan Lebat

Kondisi jalan menuju kawasan wisata Alas Kedaton dari arah Banjar Jadi Desa, Kediri, Tabanan, dipasangi rambu peringatan setelah ambles akibat hujan lebat. (Foto: Istimewa)
Kondisi jalan menuju kawasan wisata Alas Kedaton dari arah Banjar Jadi Desa, Kediri, Tabanan, dipasangi rambu peringatan setelah ambles akibat hujan lebat. (Foto: Istimewa)

TABANAN, INFODEWATA.COM – Akses jalan menuju kawasan wisata Alas Kedaton dari arah Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, mengalami kerusakan parah akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut. Sejak Rabu (11/2/2026), jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Kerusakan jalan dipicu luapan air got yang melintang di badan jalan. Debit air yang tinggi menggerus konstruksi hingga menyebabkan sebagian ruas jalan ambles dengan panjang titik terparah diperkirakan lebih dari 10 meter. Material senderan dan pondasi bahkan terseret hingga ke Sungai Yeh Dati, sementara lapisan aspal di sepanjang lebih dari 500 meter dilaporkan mengelupas dan rusak.

Warga Tertimbun Longsor Saat Cari Bambu di Kintamani, Korban Masih Dicari

Sebagai langkah pengamanan, petugas telah memasang rambu larangan melintas bagi kendaraan roda empat serta membentangkan garis pembatas agar pengendara tidak mendekati titik ambles. Hingga Jumat (13/2/2026), jalur tersebut masih bisa dilalui sepeda motor, namun pengendara diminta ekstra waspada karena lebar jalan menyempit dan tidak memungkinkan dilalui dua arah secara bersamaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Sri Nadha Giri, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan bersama jajaran terkait. Wakil Bupati Tabanan, Made Dirga, juga meninjau kondisi jalan tersebut. “Kami sudah cek ke lokasi. Luapan air got berasal dari kawasan perumahan di sekitar,” ujarnya.

Sri Nadha Giri menambahkan, selama sepekan terakhir hujan deras mengguyur wilayah Tabanan, BPBD menerima dua laporan kejadian bencana. Selain jalan jebol di Banjar Jadi Desa, juga terjadi longsor senderan rumah sepanjang kurang lebih 10 meter di Banjar Panti, Desa Kediri. Longsoran tersebut telah dibersihkan melalui gotong royong bersama warga dan TNI, sementara pemilik rumah telah mengajukan proposal bantuan penanganan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, menyampaikan bahwa proses penanganan jalan jebol mulai dilakukan sejak hari ini dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp200 juta. “Senderan dan fondasi yang jebol akan kami bongkar total untuk penanganan permanen,” tegasnya.

Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut menjadi prioritas penanganan karena merupakan jalur vital menuju kawasan wisata Alas Kedaton. Pihaknya akan mempercepat proses pengerjaan agar akses kembali normal dan aktivitas masyarakat serta wisatawan tidak terganggu.

Bagikan