JEMBRANA, INFODEWATA.COM – Keinginan lima orang anak punk untuk menuju Ubud, Kabupaten Gianyar, guna mencari pekerjaan harus kandas. Kelimanya terjaring razia oleh tim gabungan di wilayah Kelurahan Gilimanuk dan akhirnya dipulangkan ke daerah asal.
Peristiwa tersebut terjadi setelah kelima anak punk itu diduga menyusup naik kapal dan menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Sekitar pukul 02.00 WITA, mereka keluar dari kawasan pelabuhan dan langsung terjaring razia yang dilakukan oleh tim gabungan Kelurahan Gilimanuk bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.
Lurah Gilimanuk, IB Tony Wirahadikusuma, mengatakan kelima anak punk tersebut berasal dari berbagai daerah di luar Bali. “Mereka ada yang berasal dari Gresik, Blitar, Banyumas, dan Lubuklinggau,” ujarnya.
Menurut Tony, tujuan kedatangan kelima anak punk itu adalah menuju Ubud, Gianyar, dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan. Namun, meski membawa identitas diri berupa KTP dan kartu keluarga, mereka tidak memiliki uang bekal untuk bertahan hidup selama di Bali. “Anak punk tersebut memang membawa identitas, tetapi tidak membawa uang bekal,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa para anak punk tersebut bukan kali pertama datang ke Bali. Sebelumnya, mereka sempat dipulangkan ke daerah asal masing-masing, namun kembali lagi masuk ke Pulau Dewata dengan cara yang sama.
Setelah terjaring razia, kelimanya dibawa ke pos pemeriksaan KTP untuk dilakukan pendataan. Selanjutnya, petugas mengambil langkah pemulangan ke daerah asal guna mencegah potensi permasalahan sosial di wilayah setempat. (*)

