KLUNGKUNG, INFODEWATA.COM – Seorang sopir bernama Muhammad Arifin (23) ditemukan meninggal dunia di sebuah bangunan kantor di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Jumat (13/3) sekitar pukul 20.15 WITA. Korban diketahui merupakan warga Dusun Iting, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pelapor yang juga merupakan atasan korban. Sebelumnya, pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WITA, korban masih berada di kantor dan diminta oleh pelapor untuk tetap bekerja seperti biasa.
Saat itu korban sempat menceritakan kepada pelapor bahwa dirinya mengalami kerugian hingga sekitar Rp50 juta akibat bermain judi online. Mendengar pengakuan tersebut, pelapor memberikan nasihat agar korban tidak lagi terlibat dalam aktivitas perjudian daring.
Korban disebut menyetujui nasihat tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya. Pelapor kemudian meminta korban tetap berada di kantor untuk menjaga lokasi karena terdapat sejumlah barang di dalamnya. Korban pun menyanggupi permintaan tersebut.
Beberapa waktu kemudian, pelapor berusaha mencari keberadaan korban di area dapur kantor, namun tidak menemukannya. Awalnya pelapor menduga korban sedang beristirahat. Setelah beberapa kali memanggil tanpa respons, pelapor melanjutkan pencarian ke kamar mandi.
Saat pintu kamar mandi dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Seizin Kapolres Klungkung, Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Dewa Nyoman Alit Punarwibawa, SH, Sabtu (14/3), menjelaskan bahwa korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas medis. Pemeriksaan luar pada tubuh korban menemukan adanya bekas jeratan di bagian leher.
Berdasarkan kondisi di lokasi kejadian, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan awal dari tim medis, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mendalami berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

