Peristiwa

Banjir Bandang Terjang Desa Banjar Buleleng, Satu Warga Tewas dan Tiga Masih Hilang

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng pada malam hari setelah sejumlah warga dilaporkan terseret arus. (Foto: Istimewa)
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng pada malam hari setelah sejumlah warga dilaporkan terseret arus. (Foto: Istimewa)

BULELENG, INFODEWATA.COM – Banjir bandang yang dipicu cuaca ekstrem dan hujan deras melanda Dusun Santal dan Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (6/3). Bencana tersebut menyebabkan empat warga menjadi korban, dengan satu orang ditemukan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar melalui Pos SAR Buleleng langsung melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan dari Camat Banjar pada Jumat malam sekitar pukul 22.10 WITA.

BNN Bongkar Laboratorium Narkoba Jaringan Rusia di Vila Mewah Gianyar, Produksi Mephedrone Digagalkan

Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada sore hari memicu banjir bandang yang menyapu sejumlah permukiman warga.

“Cuaca ekstrem dengan hujan deras yang terjadi di Kabupaten Buleleng mengakibatkan banjir bandang pada Jumat sore yang menerjang wilayah Dusun Santal dan Ambengan di Desa Banjar,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Sabtu.

Setelah menerima laporan, sebanyak tujuh personel dari Pos SAR Buleleng langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta unsur SAR gabungan yang telah berada di tempat kejadian.

Salah satu korban dari Dusun Santal diketahui telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga setempat. Korban bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55).

Berdasarkan keterangan saksi, Suarjana sempat berusaha menyelamatkan mobil miliknya ketika banjir bandang datang secara tiba-tiba. Namun saat baru memasuki kendaraan, arus deras langsung menerjang lokasi tersebut.

Korban sempat keluar dari mobil dan mencoba menyelamatkan diri dengan meraih pohon kopi di sekitar lokasi. Namun nahas, ia tertimpa pohon besar yang terbawa arus banjir.

Jenazah korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 23.00 WITA setelah debit air mulai surut. Selanjutnya jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSU Pratama Tanguwisia.

Sementara itu, tiga korban lainnya yang berasal dari Dusun Ambengan hingga kini masih dinyatakan hilang. Mereka diduga terseret arus banjir setelah rumah yang ditempati jebol akibat luapan Sungai Mendaum.

BNN dan Polda Bali Bongkar Laboratorium Narkoba di Vila Gianyar, WN Rusia Diamankan

Ketiga korban yang masih dalam pencarian tersebut adalah Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Upaya pencarian sempat dilakukan pada malam hari, namun tim SAR menghadapi kendala kondisi gelap serta jarak pandang yang terbatas sehingga pencarian dinilai kurang efektif.

“Pencarian kemarin malam terkendala kondisi gelap dan jarak pandang terbatas sehingga tidak maksimal,” jelas Kadek Donny.

Akhirnya sekitar pukul 00.20 WITA, tim SAR gabungan sementara kembali ke pos masing-masing sesuai arahan Wakil Bupati Buleleng yang turut berada di lokasi kejadian.

Pencarian kemudian dilanjutkan kembali dengan memperluas area penyisiran di sekitar rumah korban hingga ke muara sungai dan sepanjang garis pantai yang diduga menjadi jalur aliran banjir.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur tim SAR gabungan, di antaranya personel Rescue Pos SAR Buleleng, Wakil Bupati Buleleng beserta staf, Kapolres Buleleng bersama anggota, BPBD Buleleng, Polsek Banjar, Brimob Gilimanuk, Camat Banjar, Satpol PP, Polairud Polres Buleleng, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Banjar, Dinas PUPR Buleleng, petugas pemadam kebakaran, serta keluarga korban dan masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

Bagikan