Peristiwa

Warung Nasi di Desa Sangsit Terbakar Saat Ditinggal Sembahyang, Kerugian Capai Rp80 Juta

Petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi kebakaran warung nasi di Banjar Dinas Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, Rabu (18/2/2026). (Foto: Istimewa)
Petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi kebakaran warung nasi di Banjar Dinas Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, Rabu (18/2/2026). (Foto: Istimewa)

BULELENG, INFODEWATA.COM – Sebuah warung nasi yang berlokasi di Banjar Dinas Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, dilanda kebakaran pada Rabu (18/2/2026) siang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita dan menghanguskan bangunan beserta sejumlah barang berharga di dalamnya.

Kapolsek Sawan, AKP Kadek Robin Yohana, menjelaskan warung tersebut milik Ketut Tambun Jaya yang disewa oleh Komang Rasmini (55) dengan masa sewa satu tahun. Saat kebakaran terjadi, kondisi warung dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya untuk melaksanakan sembahyang bersama keluarga.

Vaksinasi Rabies Massal di Samplangan, 150 Anjing Disuntik untuk Cegah Penyebaran Virus

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh I Made Swartika, warga yang tinggal bersebelahan dengan warung. Saksi melihat kobaran api sudah membesar dan melahap bangunan warung, kemudian segera memberitahukan kejadian tersebut kepada pemilik warung.

Tak berselang lama, Komang Rasmini bersama anaknya datang ke lokasi. Namun, api sudah terlanjur membesar dan sulit dikendalikan. Warga sekitar kemudian berinisiatif menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mencegah api meluas ke bangunan lain.

“Beberapa saat kemudian dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman,” ujar AKP Kadek Robin Yohana.

Berdasarkan keterangan pemilik warung, aktivitas terakhir di warung dilakukan sekitar pukul 11.00 Wita sebelum warung ditutup. Setelah itu, pemilik pulang ke rumah untuk sembahyang, sehingga tidak ada orang di dalam warung saat kebakaran terjadi.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang berharga hangus terbakar, di antaranya empat unit telepon genggam, satu unit kulkas, kipas angin, televisi, tiga kompor gas, lima tabung gas, kasur, serta beberapa dokumen penting lainnya. Total kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp80 juta.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.

Bagikan