Peristiwa

Pria Mabuk Bawa Sajam Hebohkan Warga Jumpai, Polisi Evakuasi ke RSUD

Aparat kepolisian bersama tim medis mengevakuasi seorang pria mabuk yang sempat membawa senjata tajam dan meresahkan warga di Desa Jumpai, Klungkung, Rabu (4/2/2026). (Foto: Istimewa)
Aparat kepolisian bersama tim medis mengevakuasi seorang pria mabuk yang sempat membawa senjata tajam dan meresahkan warga di Desa Jumpai, Klungkung, Rabu (4/2/2026). (Foto: Istimewa)

KLUNGKUNG, INFODEWATA.COM – Suasana pagi di Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung, mendadak mencekam setelah seorang pria dalam kondisi mabuk mengejar warga sambil membawa senjata tajam di area proyek bangunan di Jalan Raya BTN Jumpai, Dusun Kangin, Rabu (4/2/2026) pagi.

Pria tersebut diketahui bernama Werdi Mansula (23), asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan keterangan kepolisian, yang bersangkutan masih berada di bawah pengaruh minuman keras setelah mengikuti pesta miras pada Selasa (3/2/2026) malam.

Belasan Pendatang di Rumah Kos Lelateng Terjaring Sidak, Diminta Segera Urus Dokumen Kependudukan

Kapolsek Klungkung, I Wayan Sujama, menjelaskan peristiwa bermula saat Werdi datang ke rumah rekannya, Ade Setyawan, di kawasan perumahan Desa Jumpai sekitar pukul 21.30 WITA untuk menghadiri acara ulang tahun. Dalam kesempatan tersebut, mereka mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Keesokan paginya sekitar pukul 08.00 WITA, Werdi kembali mendatangi rumah Ade Setyawan dan mengambil sebilah pisau. Dalam kondisi tidak stabil akibat pengaruh alkohol, ia kemudian menuju lokasi pembangunan sebuah rumah di Jalan Raya BTN Jumpai.

Setibanya di lokasi proyek, Werdi menakuti para buruh yang sedang bekerja. “Para buruh proyek berusaha melarikan diri, lalu kemudian didapati yang bersangkutan sudah tergeletak dengan luka pada wajahnya,” ujar I Wayan Sujama saat dikonfirmasi.

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan Werdi sudah tergeletak dalam keadaan tidak sadarkan diri di halaman proyek.

“Kami bawa yang bersangkutan ke RSUD untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti Werdi mengalami luka di wajahnya, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras yang dapat memicu tindakan berbahaya serta mengganggu ketertiban umum. (*)

Bagikan