KARANGASEM, INFODEWATA.COM – Sebuah bangunan dapur milik warga di Banjar Dinas Bunutan, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, mengalami kerusakan cukup parah setelah diguncang gempa bumi yang dirasakan di wilayah tersebut pada Minggu (1/2/2026). Akibat peristiwa itu, pemilik bangunan, I Made Suditra, diperkirakan mengalami kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.
Kerusakan terjadi pada dapur berukuran sekitar 4 x 6 meter yang kini dinilai tidak lagi layak dan aman untuk digunakan. Bangunan yang berada di area dengan kontur lebih tinggi juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusakan lanjutan apabila terjadi gempa susulan.
Kepala Dusun Bunutan, I Wayan Wingan, menjelaskan kerusakan tersebut dipicu oleh getaran gempa bumi yang terjadi pada Minggu siang. Meski kejadian berlangsung pada hari yang sama, laporan dari pihak keluarga korban baru diterima keesokan harinya.
“Senderan hingga pondasi jebol akibat gempa tersebut,” ujar Wayan Wingan saat dikonfirmasi.
Pada saat kejadian, pemilik rumah diketahui tidak berada di lokasi. Di dalam rumah hanya terdapat istri korban, dan beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menindaklanjuti laporan warga, perangkat desa langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem. Tim BPBD kemudian turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta asesmen tingkat kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penilaian awal, kerusakan dapur tersebut tergolong cukup berat.
“Estimasi kerugian materiil yang dialami pemilik bangunan sekitar Rp25 juta,” ungkapnya.
Selain kerusakan dapur di Desa Bunutan, gempa bumi yang sama juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada tembok kamar mandi milik warga di Banjar Dinas Anyar, Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen.
BPBD Karangasem masih terus melakukan pendataan terhadap kemungkinan adanya dampak lain akibat gempa, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan segera melaporkan jika menemukan kerusakan bangunan di lingkungan masing-masing. (*)

