Peristiwa

Balita Korban Hanyut di Sungai Empelan Jemanik Ditemukan di Pantai Batubelig

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai dalam upaya pencarian korban hanyut di wilayah Kecamatan Marga, Tabanan. (Foto: Istimewa)
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai dalam upaya pencarian korban hanyut di wilayah Kecamatan Marga, Tabanan. (Foto: Istimewa)

BADUNG, INFODEWATA.COM – Upaya pencarian korban hanyut di aliran Sungai Empelan Jemanik, Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, mulai membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah korban pada Kamis (22/1), setelah melakukan pencarian intensif sejak insiden terjadi.

Jenazah tersebut ditemukan terdampar di kawasan Pantai Batubelig, Canggu, Kabupaten Badung, atau sekitar delapan kilometer dari muara sungai tempat korban awalnya terseret arus. Informasi penemuan pertama kali diterima tim SAR gabungan pada pukul 08.40 WITA dari anggota Polairud Polda Bali, setelah warga sekitar pantai melaporkan adanya jenazah sejak pukul 07.00 WITA.

Angin Kencang Robohkan Bale Gong Pura Puseh Dasar di Penebel, Kerugian Capai Rp600 Juta

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, menyampaikan bahwa jenazah tersebut telah melalui proses identifikasi oleh pihak keluarga bersama tim medis RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan pencocokan identitas, jenazah dipastikan merupakan Audrey Natania Banafanu (1,5), anak kedua dari korban yang dilaporkan hanyut,” ujar Juni Antara.

Ia menjelaskan, jenazah dievakuasi sekitar pukul 10.40 WITA, dan pada pukul 11.20 WITA identitas korban secara resmi dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan tim dokter. Penemuan ini merupakan bagian dari operasi pencarian yang dilakukan sesuai rencana dengan penyisiran hingga radius delapan kilometer dari titik awal korban hanyut.

“Pencarian dilakukan secara dinamis, dengan mempertimbangkan kemungkinan korban tersangkut, tertimbun lumpur, atau material lain di sepanjang alur sungai hingga muara,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban sebelum batas radius tersebut, maka pencarian akan diperdalam di lokasi terkait.

Dalam operasi ini, Basarnas Bali menurunkan satu tim yang terdiri dari delapan personel. Secara keseluruhan, tim SAR gabungan melibatkan 62 personel dari unsur TNI, Polri, Basarnas, serta potensi SAR lainnya.

Pencarian dibagi ke dalam dua search and rescue unit (SRU), dengan satu SRU menyisir area sekitar lokasi awal kejadian dan SRU lainnya bergerak ke arah selatan menyusuri alur sungai, muara, hingga kawasan Pantai Nyanyi dan Pantai Batubelig.

Sementara itu, upaya pencarian terhadap satu korban lainnya, Yuliana DA Costa Makun, masih terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan tetap mengedepankan aspek keselamatan seluruh personel, mengingat kondisi arus sungai dan cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi berubah. (*)

Pembebasan Lahan JLS Badung Dikebut, Pembangunan Fisik Ditarget Mulai 2026

Bagikan