Ekonomi

Parkir Hidrolik Enam Lantai di Pantai Bangsal Sanur Mulai Uji Coba, Terkendala Sistem dan Tenaga Kerja

Fasilitas parkir enam lantai dengan sistem hidrolik di kawasan Pantai Bangsal, Sanur, Denpasar, yang saat ini memasuki tahap uji coba operasional untuk mendukung penataan kawasan sentra UMKM. (Foto: Istimewa)
Fasilitas parkir enam lantai dengan sistem hidrolik di kawasan Pantai Bangsal, Sanur, Denpasar, yang saat ini memasuki tahap uji coba operasional untuk mendukung penataan kawasan sentra UMKM. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, INFODEWATA.COM – Fasilitas parkir enam lantai dengan sistem hidrolik di kawasan Pantai Bangsal, Sanur, Denpasar, Bali, telah rampung dibangun oleh Desa Adat Sanur dan saat ini memasuki tahap uji coba operasional sejak 12 Januari 2026.

Bendesa Adat Sanur, Ida Bagus Sudiraharja, mengungkapkan bahwa uji coba tersebut masih menemui sejumlah kendala, terutama pada kesiapan sistem parkir dan ketersediaan tenaga kerja. Hal itu disebabkan tingginya jumlah pengunjung yang datang ke kawasan Pantai Bangsal, sementara sumber daya manusia yang mengelola parkir belum optimal.

Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang di Jalur Denpasar–Gilimanuk Picu Kemacetan

“Masih uji coba, belum maksimal. Karena pengunjung banyak, tenaga kerja belum siap,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama adalah minimnya minat generasi muda untuk bekerja sebagai petugas parkir. Padahal, tenaga parkir memiliki peran penting dalam pengoperasian sistem hidrolik, khususnya untuk membantu proses menaikkan dan menurunkan sepeda motor ke area parkir.

“Karena pengunjung nanti hanya menaruh, kemudian tenaga parkir yang akan menaik turunkan motor untuk diparkir,” terangnya. Terkait kendala tersebut, pihak desa adat berencana kembali berkomunikasi dengan vendor guna mencari solusi terbaik.

Selain itu, parkir hidrolik ini nantinya akan menerapkan sistem ticketing dengan skema pembayaran progresif. Namun, karena sistem tersebut masih dalam penyempurnaan, untuk sementara pembayaran parkir masih dilakukan secara manual dengan tarif Rp2.000.

Pembangunan parkir ini dilakukan sebagai langkah antisipasi keterbatasan lahan parkir di kawasan Pantai Bangsal yang kini telah ditata menjadi sentra UMKM dan selalu ramai dikunjungi wisatawan. Dalam proyek ini, Desa Adat Sanur bekerja sama dengan vendor asal Jakarta dan dijadikan sebagai proyek percontohan pertama di Bali.

“Kami kerja sama dengan pihak vendor, ini kan sudah ada juga di Manggarai Jakarta. Kami di Bali dijadikan pilot project,” kata Sudiraharja.

Kerja sama tersebut disepakati untuk jangka waktu 10 tahun dengan pembiayaan penuh dari pihak vendor, yang menelan anggaran sekitar Rp6 hingga Rp7 miliar. Dalam pengelolaannya, akan diterapkan sistem bagi hasil dengan komposisi 30 persen untuk Desa Adat Sanur dan 70 persen untuk vendor.

Sementara itu, untuk mengakomodasi kebutuhan parkir kendaraan roda empat, Desa Adat Sanur juga memanfaatkan lahan eks Hotel Diwangkara Sanur. Pemilik hotel asal Jakarta memberikan hak pengelolaan kepada desa adat hingga pembangunan baru dilakukan. Lahan seluas sekitar 61 are tersebut diperkirakan mampu menampung lebih dari 300 unit mobil.

Liburan Berujung Bui, Mahasiswa Asal Sumba Tengah, NTT Dibekuk Usai Bobol Toko HP di Denpasar Barat

“Kalau tidak ada parkir, berat kami, karena kami buka UMKM di Pantai Bangsal dan pengunjung ramai terus,” pungkasnya. (*)

Bagikan