BADUNG, INFODEWATA.COM – Seorang perempuan warga negara Rusia berinisial VG (50) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah rumah di Jalan Muding Indah, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (1/1/2026) pagi. Korban diduga mengalami tekanan mental yang berkaitan dengan situasi konflik berkepanjangan di negaranya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 Wita oleh Ni Wayan Latri, pekerja di rumah tempat korban tinggal. Saat itu, saksi hendak mematikan lampu garasi yang masih menyala ketika memberi makan kucing. Namun, setibanya di garasi, saksi melihat korban sudah dalam posisi tergantung.
“Saksi bermaksud mematikan lampu di garasi, namun melihat korban dalam posisi tergantung,” ujar Pejabat Sementara Kasubsi Penmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.
Karena panik, saksi kemudian memanggil suaminya dan menghubungi pemilik rumah serta Bhabinkamtibmas setempat. Petugas dari Unit Intelijen dan Keamanan serta Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Kuta Utara tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 Wita untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Hasil pemeriksaan awal polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ada tanda kekerasan. Pada tubuh korban sudah terdapat lebam mayat,” jelas Aiptu Inastuti.
Korban ditemukan mengenakan daster warna tosca dan tergantung menggunakan tali sepanjang sekitar tujuh meter yang diikat dengan simpul hidup berdiameter sekitar delapan sentimeter. Korban bertumpu pada kursi setinggi kurang lebih 42 sentimeter.
Pemilik rumah, Made Nasia, mengungkapkan bahwa VG diketahui mengalami gangguan psikologis. Ia bahkan sempat membawa korban menjalani pemeriksaan ke RSU Garba Med, dan dari keterangan medis, korban dinyatakan mengalami depresi. Selama tinggal di Bali, korban juga disebut jarang beraktivitas di luar rumah.
Di lokasi kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya uang tunai sekitar Rp60 juta, mata uang asing berupa dolar Amerika, dolar Singapura, dan baht Thailand, dua paspor, telepon genggam beserta pengisi daya, serta satu lembar surat wasiat.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, sekitar pukul 12.50 Wita untuk penitipan sementara. Pihak kepolisian telah meminta pemilik rumah menghubungi keluarga atau kerabat korban guna proses pemulangan jenazah ke negara asal. (*)

