Politik

Lolak Tak Hadiri Musda Hanura Bali, Pilih Fokus Bisnis

Ketua Panitia Musda Hanura Bali, Mardiki Supriadi, memberikan keterangan terkait ketidakhadiran I Kadek Arimbawa alias Lolak dalam pembukaan Musda Hanura Bali 2025. (Foto: Istimewa)
Ketua Panitia Musda Hanura Bali, Mardiki Supriadi, memberikan keterangan terkait ketidakhadiran I Kadek Arimbawa alias Lolak dalam pembukaan Musda Hanura Bali 2025. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, INFODEWATA.COM – Mantan Ketua DPD Partai Hanura Bali, I Kadek Arimbawa alias Lolak, absen dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Hanura Bali pada Senin, 11 Agustus 2025. Absennya Lolak menjadi sorotan mengingat masa jabatannya baru saja berakhir dan posisinya telah digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) dari DPP, Akhmad Muqowam.

Ketua Panitia Musda Hanura Bali, Mardiki Supriadi, mengungkapkan bahwa ketidakhadiran Lolak bukan karena persoalan politik, melainkan keputusan pribadi untuk rehat dari dunia politik. “Terkait Pak Kadek, beliau menyatakan sendiri ingin istirahat dalam dunia perpolitikan dan fokus di dunia bisnis,” ujar Mardiki.

Bupati Sanjaya Kukuhkan Pengurus GOW Tabanan, Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

Lolak dikabarkan kini tengah menggarap usaha pengiriman tenaga kerja ke luar negeri yang bekerja sama dengan BP2MI dan BP3MI. Mardiki menegaskan, meskipun tidak lagi menjabat sebagai ketua, Lolak tetap menjadi kader Hanura dan menolak untuk berpindah ke partai lain. “Beliau mengatakan tidak akan pindah partai kemanapun,” tambahnya.

Menurut Mardiki, jabatan Lolak memang telah berakhir sesuai dengan Surat Keputusan (SK) partai. Sebelum Musda digelar, Lolak bahkan sempat menemui Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta, di The Stone Hotel pada malam sebelumnya.

Panitia Musda sempat mendatangi kediaman Lolak untuk menyampaikan undangan secara langsung. “Tidak diundang tidak, tapi kita sebagai semeton kan datang ke rumahnya, termasuk mengundang beliau,” jelas Mardiki.

Terkait Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan, Mardiki menyebut Lolak telah berkomunikasi dengan DPP. “Kita di DPD hanya pelaksanaan Musda saja,” katanya.

Sementara itu, DPP Hanura telah merekomendasikan politisi asal Buleleng, Gde Wirajaya Wisna, sebagai pengganti Lolak. Namun, kinerjanya akan dievaluasi selama enam bulan, khususnya dalam pembentukan struktur DPC dan PAC. “Beliau diberikan kesempatan, tetapi tentu dari DPP akan mengukur kinerjanya kurang lebih enam bulan,” pungkas Mardiki. (*)

Bagikan