Peristiwa

Pedagang Asongan Tewas Terjepit Kendaraan di KMP Tunu Pratama Jaya saat Bersandar di Gilimanuk

Tim medis bersama personel kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap korban yang terjepit kendaraan di dalam kapal saat proses bongkar muat di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. (Foto: Istimewa)
Tim medis bersama personel kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap korban yang terjepit kendaraan di dalam kapal saat proses bongkar muat di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. (Foto: Istimewa)

JEMBRANA, INFODEWATA.COM – Seorang pedagang asongan berinisial Syt (33) meninggal dunia setelah terjepit kendaraan di dalam Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya 5888 saat proses bongkar muat di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Kamis dini hari.

Korban yang merupakan warga Dusun Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, ditemukan dalam kondisi tergeletak di belakang sebuah truk boks sekitar pukul 03.20 WITA.

Pesta Miras Berujung Maut, Pemuda Asal NTT Tewas Ditusuk Rekannya di Ungasan

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mengatakan, peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui berdasarkan laporan anak buah kapal (ABK) yang berada di lokasi kejadian.

“Berdasarkan keterangan anak buah kapal, korban ditemukan tergeletak di belakang truk boks,” ujarnya, Kamis.

Usai ditemukan, korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Rawat Inap Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka berat yang dideritanya.

Polisi menduga korban mengalami luka fatal setelah terjepit kendaraan saat kapal sedang melakukan aktivitas bongkar muat di area geladak.

“Korban meninggal dunia karena luka berat akibat terjepit kendaraan. Kami mengimbau penumpang maupun pedagang agar lebih berhati-hati saat berada di geladak kapal yang memuat kendaraan,” kata AKP Alit Murdiasa.

Sementara itu, kondisi cuaca di Selat Bali belakangan diketahui kurang bersahabat. Gelombang tinggi dan angin kencang disebut kerap terjadi di jalur penyeberangan yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk, Bali dengan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sejumlah penumpang kapal bahkan sempat mengunggah kondisi ombak besar di media sosial yang menyebabkan kendaraan di dalam kapal bergoyang cukup keras selama pelayaran.

Seorang nelayan asal Kelurahan Gilimanuk bernama Sugianto mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi masuknya musim timur yang identik dengan gelombang laut tinggi dan angin kencang.

WN Belgia Ditemukan Tergeletak di Kamar Kos Denpasar Barat, Penjaga Curiga Setelah Cium Bau Menyengat

“Sekarang masuk musim timur, gelombang laut pasti besar, apalagi di awal pasang,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman melaut di Selat Bali, ombak besar biasanya terjadi mulai siang hingga menjelang dini hari.

“Kalau pagi ombak cenderung kecil, tetapi tetap terasa dibanding saat tidak musim timur,” tambahnya.

Share