BADUNG, INFODEWATA.COM – Warga Jalan Blong Keker, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria bernama Ngatono (45), asal Jawa Tengah, Minggu (17/5). Korban ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah bekas kantor CV Soma Lentera Oetama General Contractor.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Senin (18/5), mengatakan pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendalami kasus penemuan mayat tersebut.
Salah satu saksi, Made Sudita (37), mengaku pertama kali mencium bau busuk menyengat pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 17.00 WITA saat berada di depan lokasi kejadian. Namun saat itu ia mengira bau tersebut berasal dari bangkai tikus sehingga tidak terlalu memperhatikannya.
Keesokan harinya sekitar pukul 08.00 WITA, bau menyengat kembali tercium hingga ke tempat tinggalnya. Merasa terganggu, Sudita kemudian berinisiatif mencari sumber bau tersebut dengan mendatangi lokasi bekas kantor konstruksi itu.
“Saat itu saksi melihat banyak lalat dan mencium aroma busuk yang kuat dari dalam satu ruangan. Selanjutnya saksi mencoba mengintip dari jendela dan melihat seperti ada seseorang yang tergeletak di dalam kamar,” ujar Iptu Adi.
Mengetahui hal tersebut, saksi segera menghubungi kepala lingkungan yang kemudian meneruskan laporan kepada pihak kepolisian.
Saksi lainnya, Upik Pamungkas (40), yang merupakan suami pemilik kantor, mengatakan dirinya didatangi Ketua Pecalang Cengiling sekitar pukul 08.50 WITA dan diberi tahu mengenai bau busuk serta banyaknya lalat di area bekas kantor milik istrinya.
Karena khawatir, Upik mencoba menghubungi korban melalui telepon, namun tidak mendapat respons. Ia kemudian mendatangi lokasi dan memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban.
Tidak lama kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan di dalam ruangan. Petugas akhirnya menemukan korban sudah meninggal dunia.
Sementara itu, pemilik kantor bernama Nopi Pauziah (37) mengungkapkan korban terakhir datang menemuinya pada Kamis (14/5) sekitar pukul 16.00 WITA untuk menanyakan pekerjaan. Saat itu korban mengaku sedang tidak bekerja.
Setelah sempat berbincang, korban kembali ke lokasi tempat tinggalnya dan sejak saat itu tidak lagi terlihat maupun berkomunikasi dengan saksi.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas lantai keramik dengan alas perlak bermotif bunga. Kondisi wajah korban telah mengalami pembusukan parah hingga sulit dikenali.
“Tidak ditemukan adanya kekerasan pada tubuh korban. Kondisi korban sudah membusuk dan wajahnya tidak bisa dikenali,” tegas Iptu Adi.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah tinggal di lokasi tersebut sekitar satu bulan dan sempat mengeluhkan sakit pada bagian dada beberapa hari sebelum ditemukan meninggal.
Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke RS Udayana menggunakan ambulans Banser Kabupaten Badung untuk penanganan lebih lanjut.

